Protes APD Minim, Tim Medis Diseret dan Dipukuli Polisi Pakistan

Selasa, 07 April 2020 - 07:52 WIB
Protes APD Minim, Tim...
Polisi menahan dokter yang berunjuk rasa di Quetta, Pakistan, 6 April. Foto/REUTERS/Naseer Ahmed
A A A
Kepolisian Pakistan membubarkan unjuk rasa yang dilakukan para dokter dan tim medis yang memprotes kurangnya peralatan pelindung dalam melayani pasien virus corona.

Puluhan petugas medis itu pun ditangkap selama unjuk rasa itu. Mereka menganggap pemerintah gagal melaksanakan janjinya untuk memberikan persediaan peralatan medis yang cukup untuk melawan wabah.

“Ratusan dokter dan paramedic yang sebagian memakai masker, meneriakkan tuntutan mereka,” ungkap jurnalis Reuters di lokasi unjuk rasa.

Beberapa petugas medis diseret oleh polisi antihuru-hara yang membawa senjata api dan tongkat pemukul.

“Sebanyak 30 demonstran ditahan karena melanggar larangan perkumpulan publik yang diberlakukan selama lockdown untuk memerangi penyebaran wabah itu,” papar personil kepolisian.

Para dokter mengancam mogok kerja hingga para demonstran yang ditahan itu dibebaskan.

Pakistan telah melaporkan total 3.277 kasus virus corona, termasuk 50 orang meninggal dunia. Sebanyak 191 kasus itu terjadi di provinsi Balochistan dengan ibu kota Quetta.

Juru bicara asosiasi dokter yang menggelar unjuk rasa, Dr Abdul Rahim menyatakan petugas medis yakin kegagalan pemerintah memberikan peralatan pelindung membuat petugas medis menghadapi risiko terjangkit corona.

“Belasan dokter telah terinfeksi dan staf medis lainnya juga menderita,” ungkap Abdul Rahim yang menambahkan sejumlah dokter dan paramedic terluka saat unjuk rasa.

Para dokter di ibu kota Pakistan, Islamabad, bulan lalu juga mengancam boikot jika tidak mendapat peralatan pelindung yang jumlahnya sangat terbatas.

Otoritas manajemen bencana Pakistan menyatakan telah mengimpor peralatan pelindung itu.

Juru bicara pemerintah provinsi menyatakan rumah sakit di Quetta yang menangani virus corona telah mendapat peralatan pelindung dan petugas medis yang berunjuk rasa itu tidak ikut menangani virus corona.

"Para dokter yang berunjuk rasa tidak merawat para pasien virus corona. Kami tidak memahami alasan mereka untuk unjuk rasa,” kata juru bicara pemerintah Balochistan, Liquat Shahwani.

Para dokter menyatakan mereka menangani ratusan kunjungan pasien setiap hari yang bisa jadi telah terinfeksi tapi tidak tahu dan tidak mendapat rujukan ke rumah sakit dan pusat penanganan virus corona.

Petugas medis yang terinfeksi corona juga tdak semuanya bekerja di rumah sakit khusus yang menangani pasien corona.
(vhs)
Berita Terkait
Pakistan Tawarkan Solusi...
Pakistan Tawarkan Solusi pada India untuk Akhiri Konflik di Kashmir
Bara Dendam Masih Tersimpan,...
Bara Dendam Masih Tersimpan, Berikut 5 Sisa Konflik India dan Pakistan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Jadi Juru Damai Konflik India-Pakistan
Konflik Pecah Lagi,...
Konflik Pecah Lagi, Pakistan Mengebom Afghanistan Tewaskan 10 Orang
6 Penyebab Konflik India-Pakistan...
6 Penyebab Konflik India-Pakistan di Kashmir Tak Selesai selama Puluhan Tahun
India Murka Barat Sebut...
India Murka Barat Sebut Potensi Perang Nuklir dalam Konflik dengan Pakistan
Berita Terkini
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
27 menit yang lalu
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
58 menit yang lalu
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
1 jam yang lalu
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
2 jam yang lalu
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
11 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
13 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved