Astaga! Puluhan Wanita Uganda Dihukum Gosokkan Lumpur di Kemaluan

Rabu, 08 April 2020 - 18:08 WIB
Astaga! Puluhan Wanita...
Uganda menerapkan jam malam untuk mencegah penyebaran virus Corona. Foto/Ilustrasi/Reuters
A A A
Puluhan wanita di Uganda, dihukum oleh polisi setempat dengan cara memalukan, yakni menggosokkan lumpur di kemaluannya, karena melanggar jam malam yang diterapkan untuk menekan penyebaran coronavirus disease-19 (Covid-19).

Kejadian itu berlangsung pada 2 April 2020 di Kota Elegu utara yang berbatasan dengan Sudan Selatan. Tanggal itu adalah sehari setelah aturan jam malam diberlakukan.

Pengadilan di Uganda, akhirnya mendakwa 10 petugas polisi dengan "penyiksaan yang diperburuk", pada Selasa (7/4/2020).

Para petugas polisi muncul di depan pengadilan di dekat Gulu pada hari Selasa dan diperintahkan ditahan sampai 7 Mei. Demikian pernyataan Kepolisian Uganda di akun Twitter mereka sebagaimana dikutip ABS-CBN News, Rabu (8/4/2020).

Pada hari Senin lalu, juru bicara polisi setempat; Fred Enanga, telah mengumumkan penyelidikan gabungan dengan tentara terkait dugaan "penyiksaan yang diperburuk" terhadap beberapa wanita dan beberapa pria yang dituduh melanggar perintah jam malam dan larangan pertemuan di ruang publik.

Dia mengatakan pasukan keamanan telah menggunakan "pendekatan kasar" untuk membubarkan 31 wanita, yang digambarkan oleh Uganda Radio Network sebagai pekerja seks, dan tujuh pria.

"Para petugas patroli menendang pintu hingga terbuka dan menyeret penghuninya, dan beberapa jatuh di permukaan berlumpur. Beberapa wanita rentan dan beberapa pria terluka dalam proses itu," kata Enanga.

Menurutnya, para korban melaporkan insiden itu kepada mucikari mereka, Beatrice Auma, yang mengambil foto luka-luka mereka. "Gambar-gambar itu menyebar," katanya.

Luka-luka itu termasuk luka pada paha dan pantat wanita yang diduga karena dicambuk. Cambuk diketahui menjadi praktik hukuman yang digunakan pasukan keamanan Uganda.

Auma mengatakan kepada wartawan setempat bahwa petugas polisi memaksa para wanita untuk berguling-guling di lumpur dan menggosok lumpur pada alat kelamin mereka. Menurut Enanga, tujuh pria diduga diserang oleh pasukan keamanan dalam insiden yang sama, dan satu di rumah sakit militer dengan "cedera signifikan".

Pada 2 April 2020, Human Rights Watch menuduh pasukan patroli keamanan Uganda menggunakan "kekuatan berlebihan, termasuk memukul, menembak, dan secara sewenang-wenang menahan orang-orang di seluruh negeri" dalam menegakkan social distancing dan lockdown.
(eyt)
Berita Terkait
Lockdown, Warga Guatemala...
Lockdown, Warga Guatemala dan El Salvador Terancam Kelaparan
Warga Semper Barat Lakukan...
Warga Semper Barat Lakukan Lockdown Wilayah
Lockdown Tanpa Bansos,...
Lockdown Tanpa Bansos, Lebanon Ricuh
Riset: Lockdown Sebabkan...
Riset: Lockdown Sebabkan Pecandu Alkohol Bertambah Jadi 2,5 Juta Orang
Satu Keluarga di Cirebon...
Satu Keluarga di Cirebon Positif COVID-19, Jalan Permukiman Ditutup
Kasus COVID-19 Melonjak,...
Kasus COVID-19 Melonjak, MPR Usulkan Lockdown Regional
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
7 jam yang lalu
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
7 jam yang lalu
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
7 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
7 jam yang lalu
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
7 jam yang lalu
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved