Konflik Limbah B3 Lakardowo, Warga ‘Kalah’ dengan PT Pria

loading...
Konflik Limbah B3 Lakardowo, Warga ‘Kalah’ dengan PT Pria
Ketua Tim Auditor Lingkungan di Desa lakardowo, yang ditunjuk Kementerian LHK memaparkan hasil audit di ruang SBK, kantor Bupati Mojokerto, Rabu (10/10/2018). Foto/SINDONews/Tritus Julan
MOJOKERTO - Konflik panjang antara warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, dengan PT Putra Restu Ibu Abadi (Pria) terkait limbah, menemui babak baru.

Warga berada dalam posisi kalah, dalam kasus limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) yang tengah ditangani Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini.

Sejak tahun 2013 silam, warga mulai bergejolak dengan operasional PT Pria yang merupakan perusahaan pengelola limbah B3, di Desa Lakardowo.

Tak terhitung protes dilakukan warga, dengan melakukan unjukrasa di perusahaan, kantor bupati, kantor Gubernur Jatim, hingga ke Kementerian LHK. Warga juga berupaya mengambil sejumlah langkah hukum.

Upaya warga untuk mendapatkan keadilan, juga dilakukan dengan meminta dukungan dari DPR RI, dan Komisi Nasional Hak Asasi dan Manusia (Komnas HAM).

Berulangkali, warga juga melakukan uji kualitas air dan tanah untuk menunjukkan pencemaran yang diakibatkan PT Pria. Bahkan beberapa waktu lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim, juga sempat melakukan uji laboratorium air sumur dan tanah warga.



Terakhir, konflik panjang itu bermuara di Kemenetrian LHK. Warga meminta agar audit tanah dan air dilakukan untuk mengetahui kadar pencemaran lingkungan di kampung ini.

Kementerian pun akhirnya menerjunkan tim indepeneden untuk melakukan audit. Rabu (10/10/2018), tim audit memaparkan hasilnya di hadapan sejumlah perwakilan warga, dan pemegang kebijakan di ruang Satya Bina Karya (SBK) Pemkab Mojokerto.

Audit lingkungan ini, dilatarbelakangi sejumlah masalah. Di antaranya, soal banyaknya warga yang menderita penyakit kulit. Begitu juga soal timbunan limbah B3 di area pabrik dan rumah-rumah warga.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top