Mendekatkan Diri pada Sang Pencipta di Puri Patirtan
Selasa, 25 September 2018 - 06:00 WIB
Menikmati segarnya air di Pura Patirtan, yang ada di Dusun Jengglong, Desa Sukodadi, Kecataman Wagir, Kabupaten Malang. Foto/SINDONews/Yuswantoro
A
A
A
Damai, dan teduh. Kesan pertama yang langsung terasa, ketika memasuki area Pura Patirtan Taman Pasupati Giri Kawi, yang ada di lereng timur Gunung Kawi.
Pura Patirtan, yang terletak di lembah lereng Gunung Kawi ini, menyimpan banyak sumber air. Sejak lama, masyarakat mempercayai air di pura tersebut, merupakan air suci.
Bahkan, banyak masyarakat memercayai air suci patirtan yang berasal dari Gunung Kawi tersebut, mampu menyembuhkan sakit, membuat awet muda, dan mengabulkan berbagai pengharapan.
Kepercayaan-kepercayaan inilah, yang membuat banyak orang datang ke pura ini, untuk menyucikan diri dengan air suci, dan khusyuk berdoa memohon kepada Sang Pencipta.
Masyarakat Hindu, juga menyakralkan air yang tidak pernah kering sepanjang musim tersebut. Dalam setiap upacara keagamaan yang dilakukan umat Hindu, pasti akan mengambil air suci di pura ini.
Kepala Desa Sukodadi, Susilo Wahyu mengungkapkan, masyarakat masih mempercayai keberadaan Gunung Kawi, sebagai salah satu Gunung Suci di tanah Jawa.
"Kepercayaan ini, juga menjalar ke air yang keluar di lereng-lereng Gunung Kawi. Air tersebut, dianggap sebagai air suci," ungkapnya.
Bukan hanya warga Malang Raya saja, yang turun untuk menyucikan diri dengan tirta suci di Pura Patirtan ini. Tetapi, pada saat-saat tertentu masyarakat Hindu Bali, juga beribadah di pura ini.
Pura Patirtan, masuk wilayah administras Dusun Jengglong, Desa Sukodadi, Kecataman Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasinya sangat mudah dijangkau, karena seluruh jalannya sudah beraspal.
Lokasi pura, banyak ditumbuhi rumpun-rumpun bambu. Bahkan, keberadaan rumpun bambu ini, juga dipercaya sebagai penjaga kelestarian air suci, sehingga masyarakat sangat menjaga keberadaan hutan bambu itu.
Ada beberapa bagian bangunan di kawasan pura ini. Di antaranya, pura persembahyangan yang menjadi bangunan utama dari kawasan ini. Di dalam pura ini, terdapat mata air yang tidak pernah henti aliran airnya.
![Mendekatkan Diri pada Sang Pencipta di Puri Patirtan]()
Kepala Dusun Jengglong, Sarmidi mengaku, banyak yang percaya air suci tersebut dapat menyembuhkan penyakit. "Mereka yang sakit, biasanya meminum air tersebut sambil berdoa, dengan harapan bisa disembuhkan," tuturnya.
Selain itu, terdapat bagunan lain yang ditempati patung Dewi Saraswati. Letaknya di samping pura utama. Dewi Saraswati ini, merupakan dewi ilmu pengetahuan.
"Banyak pelajar, atau mahasiswa yang biasanya datang ke sini untuk berdua di pura tempat patung Dewi Saraswati berdiri," ungkapnya.
Satu bagian pura lagi, terdapat patung Nyai Ratu yang diletakkan di tengah kolam ikan. Keberadaan ikan di kolam tersebut, menandakan bahwa airnya sangat bersih dan sehat.
Pura ini, juga kerap dikunjungi para kontestan pemilihan kepala daerah, calon kepala desa, maupun calon anggota legislatif. Mereka berharap, dengan berdoa di pusat air suci ini, keinginannya dapat terkabulkan.
Masyarakat di sekitar Pura Patirtan, mendapatkan banyak berkah dari keberadaan sumber air ini. Selain banyak pengunjung yang berdampak secara ekonomi, pastinya mereka juga tidak pernah merasa kekurangan air bersih karena air mengalir sepanjang waktu.
Kepercayaan yang kuat di tengah masyarakat, tentang keberadaan air suci ini. Tentunya, banyak harapan kelestarian alam di sekitarnya dapat terus terjaga, seperti air suci yang abadi.
Pura Patirtan, yang terletak di lembah lereng Gunung Kawi ini, menyimpan banyak sumber air. Sejak lama, masyarakat mempercayai air di pura tersebut, merupakan air suci.
Bahkan, banyak masyarakat memercayai air suci patirtan yang berasal dari Gunung Kawi tersebut, mampu menyembuhkan sakit, membuat awet muda, dan mengabulkan berbagai pengharapan.
Kepercayaan-kepercayaan inilah, yang membuat banyak orang datang ke pura ini, untuk menyucikan diri dengan air suci, dan khusyuk berdoa memohon kepada Sang Pencipta.
Masyarakat Hindu, juga menyakralkan air yang tidak pernah kering sepanjang musim tersebut. Dalam setiap upacara keagamaan yang dilakukan umat Hindu, pasti akan mengambil air suci di pura ini.
Kepala Desa Sukodadi, Susilo Wahyu mengungkapkan, masyarakat masih mempercayai keberadaan Gunung Kawi, sebagai salah satu Gunung Suci di tanah Jawa.
"Kepercayaan ini, juga menjalar ke air yang keluar di lereng-lereng Gunung Kawi. Air tersebut, dianggap sebagai air suci," ungkapnya.
Bukan hanya warga Malang Raya saja, yang turun untuk menyucikan diri dengan tirta suci di Pura Patirtan ini. Tetapi, pada saat-saat tertentu masyarakat Hindu Bali, juga beribadah di pura ini.
Pura Patirtan, masuk wilayah administras Dusun Jengglong, Desa Sukodadi, Kecataman Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasinya sangat mudah dijangkau, karena seluruh jalannya sudah beraspal.
Lokasi pura, banyak ditumbuhi rumpun-rumpun bambu. Bahkan, keberadaan rumpun bambu ini, juga dipercaya sebagai penjaga kelestarian air suci, sehingga masyarakat sangat menjaga keberadaan hutan bambu itu.
Ada beberapa bagian bangunan di kawasan pura ini. Di antaranya, pura persembahyangan yang menjadi bangunan utama dari kawasan ini. Di dalam pura ini, terdapat mata air yang tidak pernah henti aliran airnya.

Kepala Dusun Jengglong, Sarmidi mengaku, banyak yang percaya air suci tersebut dapat menyembuhkan penyakit. "Mereka yang sakit, biasanya meminum air tersebut sambil berdoa, dengan harapan bisa disembuhkan," tuturnya.
Selain itu, terdapat bagunan lain yang ditempati patung Dewi Saraswati. Letaknya di samping pura utama. Dewi Saraswati ini, merupakan dewi ilmu pengetahuan.
"Banyak pelajar, atau mahasiswa yang biasanya datang ke sini untuk berdua di pura tempat patung Dewi Saraswati berdiri," ungkapnya.
Satu bagian pura lagi, terdapat patung Nyai Ratu yang diletakkan di tengah kolam ikan. Keberadaan ikan di kolam tersebut, menandakan bahwa airnya sangat bersih dan sehat.
Pura ini, juga kerap dikunjungi para kontestan pemilihan kepala daerah, calon kepala desa, maupun calon anggota legislatif. Mereka berharap, dengan berdoa di pusat air suci ini, keinginannya dapat terkabulkan.
Masyarakat di sekitar Pura Patirtan, mendapatkan banyak berkah dari keberadaan sumber air ini. Selain banyak pengunjung yang berdampak secara ekonomi, pastinya mereka juga tidak pernah merasa kekurangan air bersih karena air mengalir sepanjang waktu.
Kepercayaan yang kuat di tengah masyarakat, tentang keberadaan air suci ini. Tentunya, banyak harapan kelestarian alam di sekitarnya dapat terus terjaga, seperti air suci yang abadi.
(eyt)