Sejarah Pengobatan Populer di Bidang Kedokteran

Sabtu, 23 Maret 2019 - 12:20 WIB
Sejarah Pengobatan Populer...
Dunia medis tumbuh dengan pesat. Sejumlah penemuan memungkinkan standar pengobatan semakin tinggi. FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
DUNIA medis selalu berkembang dari waktu ke waktu. Penemuan demi penemuan memungkinkan standar pengobatan semakin tinggi. Berikut sejarah praktik ilmu pengobatan bidang kedokteran.

1. Operasi
Sejarah Pengobatan Populer di Bidang Kedokteran

Pada Abad Pertengahan, operasi dilakukan tukang cukur rambut, bukan dengan ahli bedah. Saat itu operasi dipandang lebih sebagai seni kerajinan tangan, bukan sebuah profesi di mana nyawa seseorang dipertaruhkan.

Tidak hanya melakukan operasi saja, pencukur rambut juga melakukan sejumlah hal lain seperti pencabutan gigi, amputasi, penjualan obat-obatan dan tentunya mencukur rambut. Kedua profesi akhirnya digabungkan pada 1540 oleh King George II menjadi United Barber-Surgeons Company. Pada 1745 sebuah sekolah khusus bedah dibuka di London. Ini menandakan sebuah keharusan untuk mengemban ilmu bedah terlebih dahulu sebelum menjadi ahli bedah.

2. Metode Perkusi
Sejarah Pengobatan Populer di Bidang Kedokteran

Seorang dokter Austria, Leopold von Auenbrugger menciptakan sebuah metode pada 1754 yang dinamakan methods of percussion atau metode perkusi. Metode ini digunakan mendeteksi apabila ada cairan berlebihan di dalam tubuh seseorang seperti pneumonia dalam paru-paru.

Metode perkusi ini dilakukan dengan cara menepuk beberapa bagian tubuh seseorang dengan menggunakan jari. Metode yang dinamakan inventum novum ini terus digunakan hingga sekarang.

3. Tekanan Darah
Sejarah Pengobatan Populer di Bidang Kedokteran

Sirkulasi peredaran darah dan tekanannya sudah dipelajari selama berabad-abad. Pada 1628, seorang dokter William Harvey merilis sebuah buku berjudul Exercitatio Anatomica de Motu Cordis et Sanguinis in Animalibus atau pergerakan jantung dan darah dalam tubuh hewan.

Buku tersebut kemudian dijadikan pedoman memahami sistem peredaran darah dalam tubuh mahluk hidup. Pada 1881, Samuel Siegfried Karl Ritter von Basch menciptakan alat untuk memonitor tekanan darah pertama kali yang dinamakan sphygmomanometer. Pada 1905, dokter Nikolai Korotkoff menyempurnakan ciptaan Samuel dengan penemuannya akan perbedaan antara tekanan darah sistolik dan distolik.

4. Stetoskop
Sejarah Pengobatan Populer di Bidang Kedokteran

Seorang dokter Prancis, Rene Theophile Hyacinthe Laennec pada 1816 menciptakan sebuah perangkat medis untuk mendengar suara jantung, pernapasan dan juga aliran darah dalam arteri dalam tubuh yang dinamakan stetoskop. Pembuatan stetoskop ini terinspirasi dua anak yang sedang bermain di halaman. Kedua anak menggunakan tabung kosong terbuat dari kayu untuk mendengarkan suara lebih jelas.

Rene kemudian mengaplikasikan hal itu dalam dunia medis. Bagian dari stetoskop yang ditempelkan ke dada seseorang mampu membuat suara organ dalam tubuh seseorang menjadi lebih jelas didengar.

5. Kemoterapi
Sejarah Pengobatan Populer di Bidang Kedokteran

Sebagian besar pengidap kanker menjalani perawatan kemoterapi. Seorang ahli imunologi Jerman, Paul Ehrlich merupakan pencipta dari ilmu kemoterapi ini. Pada era awal 1900-an, Paul memusatkan perhatiannya pada ilmu kekebalan tubuh di mana ia juga mencari cara untuk melawan penyakit yang menular dengan menggunakan obat.

Ia berkeyakinan bahwa bibit penyakit hanya menyerap zat warna kimia tertentu; dan apabila menyerap zat kimia tertentu yang lain, bibit penyakit itu akan mati. Pengobatan dengan zat kimia itulah yang kemudian dikenal sebagai kemoterapi.

6. Radiologi
Sejarah Pengobatan Populer di Bidang Kedokteran

Nama Marie Curie tentunya sudah tidak asing lagi bagi mereka yang berkecimbung di dunia medis. Wanita yang menimba ilmu di Sorbonne University di Paris, Prancis ini merupakan sosok pertama perintis bidang radiologi. Penemuannya telah melahirkan sebuah alat radiasi elektromagnetik yang dinamakan X-ray.

X-ray hingga sekarang digunakan di setiap rumah sakit untuk mengetahui kondisi tulang dalam tubuh secara visual. Curie menghabiskan waktu bertahun-tahun melakukan penelitian terhadap bahan radioaktif seperti, polonium dan radium.
(amm)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
4 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
5 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
7 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
8 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
9 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved