Danjen Kopassus Lantik 750 Siswa Batalyon TNI AD Menjadi Raider
Sabtu, 22 Desember 2018 - 18:00 WIB
Danjen Kopassus Mayjen TNI Eko Margiyono memimpin penutupan pendidikan pembentukan Raider Batalyon Gabungan TNI AD di lapangan kesatrian Amirul Isnaeni Daun Lumbung Tambakreja, Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. FOTO/IST
A
A
A
Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Eko Margiyono memimpin penutupan pendidikan pembentukan Raider Batalyon Gabungan TNI AD di lapangan Kesatrian Amirul Isnaeni Daun Lumbung, Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Turut dihadir dalam upacara penutupan pendidikan raider, Staf Ahli Mabes TNI Mayjen TNI Wuryanto, Danpusdiklatpassus Kolonel Inf Agustinus Dedi, Asintel Kodam Bukitbarisan Kolonel Inf Lagan, Danrindam Kodam XII/ TPR Kolonel Inf Martin SM Turnip, Danlanal Cilacap Kolonel Laut (P) Teguh Iman Wibowo, Danrem 071/WK Kolonel Kav Dani Wardana, dan pejabat TNI, Pemda serta undangan lainnya.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa melalui amanatnya yang dibacakan Danjen Kopasus menegaskan, upacara penutupan ini menandai berakhirnya masa 3 bulan pembentukan Raider bagi 750 prajurit dari Batalyon Gabungan TNI AD yang dinyatakan lulus.
"Prajurit Raider merupakan prajurit pilihan yang disiapkan untuk operasi khusus, meliputi operasi raid penghancuran dan pembebasan tawanan, operasi mobil udara, operasi lawan gerilya dan pertempuran jarak dekat, di segala bentuk medan dan cuaca. Sehingga prajurit Raider memiliki kemampuan dan keterampilan jasmani di atas rata-rata, mulai dari berenang di laut hingga menembak," kata Eko Margiyono dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Sabtu (22/12/2018).
Sadarilah bahwa konsekuensi menjadi prajurit Raider sangat berat karena para prajurit harus siap dan mampu melaksanakan operasi di segala medan dan cuaca. Oleh karena itu motto prajurit Raider "Cepat, Senyap, Tepat" bukan hanya slogan semata tapi harus diwujudkan.
"Tetaplah berlatih keras agar kemampuan yang dimiliki dapat terpelihara," katanya.
Upacara diakhiri dengan penyematan massal tanda kelulusan Raider, pemasangan baret, dan penyematan tanda kualifikasi oleh para pejabat, tamu undangan, dan keluarga yang hadir.
Turut dihadir dalam upacara penutupan pendidikan raider, Staf Ahli Mabes TNI Mayjen TNI Wuryanto, Danpusdiklatpassus Kolonel Inf Agustinus Dedi, Asintel Kodam Bukitbarisan Kolonel Inf Lagan, Danrindam Kodam XII/ TPR Kolonel Inf Martin SM Turnip, Danlanal Cilacap Kolonel Laut (P) Teguh Iman Wibowo, Danrem 071/WK Kolonel Kav Dani Wardana, dan pejabat TNI, Pemda serta undangan lainnya.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa melalui amanatnya yang dibacakan Danjen Kopasus menegaskan, upacara penutupan ini menandai berakhirnya masa 3 bulan pembentukan Raider bagi 750 prajurit dari Batalyon Gabungan TNI AD yang dinyatakan lulus.
"Prajurit Raider merupakan prajurit pilihan yang disiapkan untuk operasi khusus, meliputi operasi raid penghancuran dan pembebasan tawanan, operasi mobil udara, operasi lawan gerilya dan pertempuran jarak dekat, di segala bentuk medan dan cuaca. Sehingga prajurit Raider memiliki kemampuan dan keterampilan jasmani di atas rata-rata, mulai dari berenang di laut hingga menembak," kata Eko Margiyono dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Sabtu (22/12/2018).
Sadarilah bahwa konsekuensi menjadi prajurit Raider sangat berat karena para prajurit harus siap dan mampu melaksanakan operasi di segala medan dan cuaca. Oleh karena itu motto prajurit Raider "Cepat, Senyap, Tepat" bukan hanya slogan semata tapi harus diwujudkan.
"Tetaplah berlatih keras agar kemampuan yang dimiliki dapat terpelihara," katanya.
Upacara diakhiri dengan penyematan massal tanda kelulusan Raider, pemasangan baret, dan penyematan tanda kualifikasi oleh para pejabat, tamu undangan, dan keluarga yang hadir.
(amm)