Berkiblat Isu Internasional, Polimarin Implementasikan Industri 4.0
Jum'at, 08 November 2019 - 07:00 WIB
Berkiblat Isu Internasional, Polimarin Implementasikan Industri 4.0. Foto/Dok.polimarin.ac.id
A
A
A
Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) telah mengimplementasikan industri 4.0 dengan berkiblat pada isu internasional. Hal tersebut disampaikan Direktur Polimarin, Sri Tutie Rahayu saat acara Inauguration Night Batch VIII di Hotel Patra Semarang, Kamis (7/11/2019) malam.
“Di era industri 4.0 yang didengung-dengungkan, Polimarin sudah mengimplementasikan 4.0 yang pilar-pilarnya adalah edukasi, goverment, industri. Karena sudah ada kesepakatan dari politeknik bahwa menurut Kementerian Ristek dan Dikti, aturannya adalah politeknik merupakan pendidikan vokasi, yang isu internasionalnya adalah TVET (Technical, Vocational, Education and Training),” kata Sri Tutie.
“Kami diundang oleh internasional waktu itu oleh British Embassy di Inggris. Kita berhadapan dengan 12 negara semua isunya sama yakni TVET. Untuk itu, berkiblat dari internasional isu, kita mengimplementasikan dosen dari industri sehingga rasio antara industri dan perguruan tinggi adalah 50:50, ke depannya seperti itu,” tandasnya.
Direktur Polimarin menyatakan, walaupun sekarang pihaknya telah melaksanakan seperti itu, bagaimana mungkin tidak terserap di dunia industri. Dia menyebutkan, untuk angkatan V (1 angkatan) 50 persen sudah terserap di north ridery.
“Besok Senin akan berkunjung ke Polimarin karena mereka akan mentrainingkan officer di Polimarin kesesuainnya. Untuk itu kita kombinasikan pada 3 minggu yang lalu kita sudah launching-kan joint degree dan ini sudah ada joint degree yang pertama batch I antara Polimarin dengan Jerman,” terangnya.
Yang membanggakan, pada tanggal 14 November 2019 ini, Polimarin akan melaunching kerjasama dengan Cambridge University British. “Di situ kami akan datang pada pertemuan tersebut di sarasehan nasional yang diminta oleh kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Akan hadir embassy atau Dubes Jerman pada acara tersebut,” ungkap Sri Tutie.
Kerjasama juga akan dilaksanakan pada 2020, akan hadir di Polimarin yakni 3 expert dari Japan untuk noutica, technica dan kepelabuhan. Mereka akan berada di Polimarin selama kurang lebih 2 tahun.
“Sehingga inilah kami berani menyebut international politeknik. Untuk itu kepada taruna-taruni teruslah bersemangat. Apalagi awal Desember kami diundang pemerintah China untuk mengadakan kerjasama dengan Guangzhou, Shanghai dan sebagainya. Itu suatu hal yang membanggakan,” pungkasnya.
“Di era industri 4.0 yang didengung-dengungkan, Polimarin sudah mengimplementasikan 4.0 yang pilar-pilarnya adalah edukasi, goverment, industri. Karena sudah ada kesepakatan dari politeknik bahwa menurut Kementerian Ristek dan Dikti, aturannya adalah politeknik merupakan pendidikan vokasi, yang isu internasionalnya adalah TVET (Technical, Vocational, Education and Training),” kata Sri Tutie.
“Kami diundang oleh internasional waktu itu oleh British Embassy di Inggris. Kita berhadapan dengan 12 negara semua isunya sama yakni TVET. Untuk itu, berkiblat dari internasional isu, kita mengimplementasikan dosen dari industri sehingga rasio antara industri dan perguruan tinggi adalah 50:50, ke depannya seperti itu,” tandasnya.
Direktur Polimarin menyatakan, walaupun sekarang pihaknya telah melaksanakan seperti itu, bagaimana mungkin tidak terserap di dunia industri. Dia menyebutkan, untuk angkatan V (1 angkatan) 50 persen sudah terserap di north ridery.
“Besok Senin akan berkunjung ke Polimarin karena mereka akan mentrainingkan officer di Polimarin kesesuainnya. Untuk itu kita kombinasikan pada 3 minggu yang lalu kita sudah launching-kan joint degree dan ini sudah ada joint degree yang pertama batch I antara Polimarin dengan Jerman,” terangnya.
Yang membanggakan, pada tanggal 14 November 2019 ini, Polimarin akan melaunching kerjasama dengan Cambridge University British. “Di situ kami akan datang pada pertemuan tersebut di sarasehan nasional yang diminta oleh kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Akan hadir embassy atau Dubes Jerman pada acara tersebut,” ungkap Sri Tutie.
Kerjasama juga akan dilaksanakan pada 2020, akan hadir di Polimarin yakni 3 expert dari Japan untuk noutica, technica dan kepelabuhan. Mereka akan berada di Polimarin selama kurang lebih 2 tahun.
“Sehingga inilah kami berani menyebut international politeknik. Untuk itu kepada taruna-taruni teruslah bersemangat. Apalagi awal Desember kami diundang pemerintah China untuk mengadakan kerjasama dengan Guangzhou, Shanghai dan sebagainya. Itu suatu hal yang membanggakan,” pungkasnya.
(mif)