Waduk Jatigede Tak Menyelamatkan Petani Majalengka dari Kekeringan

Rabu, 24 Juli 2019 - 19:11 WIB
Waduk Jatigede Tak Menyelamatkan...
Sawah petani mengalami kekeringan. Foto/Istimewa
A A A
Musim kemarau sejak dua bulan lalu membuat sejumlah petani di Kabupaten Majalengka gagal panen. Pasalnya, tanaman padi milik petani, terutama di wilayah utara, mengering.

Keberadaan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, yang alirannya masuk ke Bendung Rentang, Jatitujuh tidak membuat lahan pertanian masyarakat yang mengalami kekeringan, tertolong.

Sama halnya dengan Bendung Rentang, kehadiran Waduk Jatigede itu pun lebih banyak menyuplai kebutuhan air pertanian untuk masyarakat di Kabupaten Indramayu dan Cirebon.

Sedangkan bagi Kabupaten Majalengka, khususnya Kecamatan Kertajati dan Jatitujuh hanya sebatas terlewati. "Masyarakat tidak bisa mengambil air dari aliran itu, karena tidak ada irigasi," kata Sekretaris Dinas Perumahan Permukiman dan Sumber Daya Air (PPSDA) Kabupaten Majalengka Mahmud kepada SINDOnews di ruang kerjanya, Jalan KH Abdul Halim Nomor 69, Majalengka.

PPSDA Majalengka, ujar Mahmud, meskipun salah satu tupoksinya menangani irigasi, tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, kewenangan penanganan sungai di wilayah utara, berada di level pemerintah provinsi dan pusat.

"PPSDA kewenangannya 22.518 hektare, 396 irigasi di wilayah Majalengka selatan. Kalau kewenangan kami, itu masih aman. Adapun utara, itu kewenanganna pusat dan provinsi," ujar dia.

Terkait solusi agar kesulitan air yang dialami petani selama musim kemarau berlangsung, tutur Mahmud, satu-satunya cara adalah membuat irigasi. Namun untuk wilayah utara harus ada persetujuan dari pemerintah pusat dan provinsi.

"Satu-satunya cara ya berkoordinasi dengan berwenang itu (pemprov dan pemerintah pusat). Sudah kami lakukan. Responsnya cukup bagus dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). Sudah jadi perhatian pemerintah pusat, tinggal aplikasi di lapangan," tutur Mahmud.
(awd)
Berita Terkait
Waduh, Ancaman Kebakaran...
Waduh, Ancaman Kebakaran Tinggi, Mobil Damkar Majalengka Malah Rusak
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
Berita Terkini
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
1 jam yang lalu
Dukung Program MBG,...
Dukung Program MBG, Wali Kota Tangsel: Gizi Anak Jadi Prioritas Pembangunan SDM
1 jam yang lalu
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
1 jam yang lalu
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
3 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
6 jam yang lalu
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
8 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved