Pengamat Nilai Sumber Masalah Pemilu Akibat Menajemen Amburadul

loading...
Pengamat Nilai Sumber Masalah Pemilu Akibat Menajemen Amburadul
Narasumber diskusi bertajuk Evaluasi Pelaksanaan Kampanye Dalam Mewujudkan Pemilu 2019 Yang Aman, Jujur, Adil, Demokratis dan Bermartabat di Hotel Rivoli, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019). Foto/Istimewa
JAKARTA - Pengamat politik senior Muhammad AS Hikam menilai sumber persoalan yang menghambat kesuksesan Pemilu 2019 karena pelaksanaan manajemen Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut AS Hikam, ada peraturan KPU yang tidak jelas sehingga diterjemahkan secara berbeda-beda oleh penyelenggara di bawahnya dan peserta pemilu.

Penilaian tersebut disampaikan AS Hikam saat menjadi narasumber diskusi bertajuk "Evaluasi Pelaksanaan Kampanye Dalam Mewujudkan Pemilu 2019 Yang Aman, Jujur, Adil, Demokratis Dan Bermartabat" di Hotel Rivoli, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Menurut dia, dugaan surat suara dicoblos di Malaysia dan WNI yang tak bisa menggunakan hak pilihnya di Australia, Belanda, dan kekacauan pemungutan suara di Jepang menjadi indikasi bahwa manajemen KPU amburadul.



Kendati demikian, AS Hikam mengatakan dirinya belum bisa menegaskan bahwa permasalahan Pemilu tersebut sebagai suatu cara negatif atau manipulatif.

"Tapi lebih pada persoalan manajemen pelaksanaan atau penyelenggaraan pemilu. Ini artinya yang paling bertanggung jawab adalah penyelenggara pemilu, baik di pusat maupun petugas setempat, sebab tidak semua di Luar Negeri itu terjadi. Ada daerah-daerah yang sangat bagus," ujar dia.

Kekacauan manajemen penyelenggara Pemilu yang dimaksud AS Hikam adalah salah satunya formulir A5. Dia mencontohkan eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama yang dipersulit mencoblos di Osaka, Jepang.



"Ahok itu adalah representasi dari confusion atau kegalauan, kebingungan menterjemahkan dari masalah itu. Beliau sudah 3 bulan sebelumnya sudah mendaftar bahwa akan pindah ke Osaka untuk memilihnya, nomornya aja beliau udah tahu, nomor 8 katanya kan, tapi begitu di sana diharuskan menunggu sampai terakhir," tukas dia.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top