Corona Bikin Bengkak Anggaran Kartu Sembako Menjadi Rp43,6 Triliun

Rabu, 08 April 2020 - 18:42 WIB
Corona Bikin Bengkak...
Foto/ilustrasi.SINDOnews
A A A
Jaring pengaman sosial (social safety net) disiapkan pemerintah untuk meredam dampak pandemi corona atau Covid-19 terhadap masyarakat. Salah satunya dengan memperluas jumlah penerima program Kartu Sembako serta menambah nilai manfaatnya. Hal ini membuat anggaran yang dibutuhkan membengkak menjadi Rp43,6 triliun.

Penerima Kartu Sembako yang eksisting sebelumnya menerima manfaat sebesar Rp 150.000 per bulan sejak Januari hingga Februari. Kini, nilai manfaat ditambah menjadi Rp 200.000 per bulan berlaku mulai Maret hingga Desember 2020 atau selama sembilan bulan. (Baca : Penanganan COVID-19, Pemkot Bogor Anggarkan Rp300 Miliar)

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menjelaskan, paket sembako tersebut berasal dari paket stimulus yang dikeluarkan untuk 15,2 juta penerima bantuan (KPM-keluarga penerima manfaat). Namun kini meningkat menjadi 20 juta orang dengan mendapat sebesar Rp200.000.

Adapun, penyaluran Kartu Sembako dilakukan secara nontunai dengan menggunakan sistem perbankan pada bulan April. Bantuan ini ditujukan agar masyarakat miskin dapat memperoleh kebutuhan pokok yang bernutrisi, seperti beras, minyak, telur, dan sebagainya. Dimana lama bantuan juga semakin panjang menjadi 9 bulan dari sebelumnya hanya 6 bulan.

"Artinya sampai penghujung tahun 2020 diberikan manfaat tambahan menjadi Rp200.000," ujar Askolani dalam video conference, Rabu (8/4/2020). (Baca : Fokus Tangani Corona, Pemkab Karawang Diminta Tunda Proyek Infrastruktur)

Lebih lanjut terang dia, ada penambahan anggaran sembako yang disiapkan pemerintah menjadi Rp43,6 triliun dari sebelumnya sebesar Rp28 triliun. "Total penerima yang di awal APBN hanya 15,2 juta sekarang menjadi 20 juta KPM (keluarga penerima manfaat) sampai Desember 2020,” pungkasnya.
(muh)
Berita Terkait
Cerita Sri Mulyani Kunci...
Cerita Sri Mulyani Kunci Dana Rp75 Triliun di Awal Pandemi Corona
Sri Mulyani Akan Kembali...
Sri Mulyani Akan Kembali Pangkas Belanja Modal Rp50 Triliun
Belanja Pemerintah Pusat...
Belanja Pemerintah Pusat Bisa Melonjak hingga Rp1.306,7 Triliun di Semester II
Realisasi APBN Semester...
Realisasi APBN Semester I/2020, Sri Mulyani: Memburuk Sepanjang Tahun
Ekonom: Defisit APBN...
Ekonom: Defisit APBN Melebar Lebih Baik Ketimbang Krisis
Anggaran Belanja Pusat...
Anggaran Belanja Pusat dan Daerah Timpang, Ekonom Wanti-wanti Bahayanya
Berita Terkini
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
1 jam yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
1 jam yang lalu
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
1 jam yang lalu
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
1 jam yang lalu
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
2 jam yang lalu
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
5 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved