Jawa Barat & Banten

Tak dibayar 9 bulan, guru rebutan formulir dana hibah

Senin,  9 September 2013  −  17:44 WIB
Tak dibayar 9 bulan, guru rebutan formulir dana hibah
Ratusa guru saat berebut formulir dana hibah, Senin (9/9). (Foto: Tommi Andryandy/Koran Sindo)

Sindonews.com - Akibat sembilan bulan belum dibayarkan, ratusan guru berebut formulir pencairan dana hibah. Program tersebut merupakan bantuan dari pemerintah bagi seluruh guru honorer dari mulai TK sampai SMA.

Bertempat di Gedung Indonesia Menggugat Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (9/9/13), mereka tampak begitu berdesak-desakan. Meskipun dikomandoi oleh seorang koordinator, namun tenaga pendidik ini tetap memaksa mendapatkan formulir terlebih dulu. Tak pelak kondisi ini sempat menimbulkan kericuhan.

Mereka ini adalah perwakilan guru honorer di seluruh sekolah di Kota Bandung. "Ya ini kami disuruh datang, perwakilan dari setiap sekolah," ungkap Reni Susanti, guru TK Putra Arcamanik kepada Sindonews.

"Tapi karena koordinasinya gak jelas jadi ada guru yang datang juga padahal sudah diwakilkan," tambah Reni yang juga mengatakan setiap guru akan mendapatkan Rp262 ribu per bulan selama setahun.

"Rp262 ribu dipotong PPN lima persen," ungkap guru yang telah sembilan tahun menjadi guru honorer ini.

Sampai saat ini kericuhan ini masih terjadi. Sejumlah guru masih menanyakan masalah kejelasannya. Akibat sembilan bulan dana tersebut tak kunjung cair.



(rsa)

views: 1.119x
shadow