Kalimantan & Sulawesi

Terorisme Poso

Brimob perketat keamanan Desa Kalora

Jum'at,  23 November 2012  −  05:47 WIB
Brimob perketat keamanan Desa Kalora
Ilustrasi (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Pengejaran terorisme di Poso, berlanjut. Sebanyak 50 personel Brimob dari Resimen Kelapa Dua Jakarta yang hingga kini masih di BKO kan ke Poso sejak 31 Oktober 2012 silam, bergerak menuju Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Kawasan itu, berjarak 6 km dari dari perbatasan antara Kabupaten Poso dengan Kabupaten Parigi Moutong, atau 48 km dari Kota Poso. Di situ, personel Brimob Kelapa Dua menambah kekuatan 15 personel Brimob Polda Sulawesi Tengah yang telah disiagakan sejak 15 November 2012.

Pasukan itu, telah bersiaga paska peristiwa penembakan oleh orang tidak dikenal terhadap Kapolsek Poso Pesisir Utara Iptu Bastian Taruklabi. Mereka terus mencari pelaku yang diduga berjumlah dua orang yang hingga kini masih dalam pengejaran.

Personel Brimob yang dikerahkan ke Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir itu, ditempatkan di Balai Desa. Mereka juga membuat pos pengamanan yang dilindungi dengan karung-karung berisi pasir.

Kapolres Poso AKBP Eko Santoso yang dikonfirmasi di Desa Kalora membantah, bila ada hal yang khusus terkait alasan pengerahan pasukan elit Polri itu ke desa Kalora, selain menjelaskan penempatan personel brimob tersebut sebatas untuk mendukung pengamanan dan swipping,

Informasi tidak resmi yang dihimpun dari pihak kepolisian mengatakan, pengerahan personel brimob itu dimaksudkan untuk melakukan penyekatan dan mempersempit ruang gerak dari anggota kelompok pelaku teror dan kekerasan yang hingga kini masih terus di kejar oleh polisi.

Kapolres Poso AKBP Eko menjelaskan, selain penempatan di desa Kalora, polisi juga dikerahkan untuk bersiaga di tempat lainnya, yaitu di Desa Tokorondo, Dusun Uweralulu, dan Dusun Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir. Di setiap titik itu, disiagakan 15 hingga 30 personel gabungan Brimob dan sabhara Polres Poso.


(san)

views: 1.377x
shadow