alexa snippet

Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga Tunggu MoU

Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga Tunggu MoU
Bupati Purbalingga Tasdi (kiri) bersama Pimpinan Redaksi SINDOnews Pung Purwanto di Gedung SINDO, Jakarta, Rabu (11/1/2017). Foto/KORAN SINDO/Yulianto
A+ A-
JAKARTA - Pengembangan Landasan Udara (Lanud) Jenderal Besar Soedirman Purbalingga, Jawa Tengah tinggal menunggu nota kesepahaman antara Kementerian Perhubungan, TNI Angkatan Udara dan PT Angkasa Pura (AP). Jika MoU sudah ditandatangani masing-masing pihak, proyek tersebut segera dimulai.

“Perkembangan MoU sudah sampai di bagian hukum masing-masing institusi. Jika sudah ditandatangani, berarti proyek bandara segera dimulai,” ujar Bupati Purbalingga Tasdi saat berkunjung ke Kantor KORAN SINDO, Jakarta kemarin.

Tasdi sebelumnya bertemu dengan Menteri Budi Karya Sumadi untuk membahas proyek bandara ini. Menurutnya, bandara adalah kunci perkembangan ekonomi bagi Jawa Tengah wilayah barat. Dengan adanya bandara, para investor yang sebelumnya ragu-ragu segera merealisasikan penanaman modal di Purbalingga atau daerah sekitarnya.

Permohonan pembangunan bandara komersial juga datang dari Ikatan Pengusaha Rambut Imitasi, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan pengusaha-pengusaha yang beroperasi di wilayah Jateng bagian barat baik dalam maupun luar negeri. 

“Selama ini akses wilayah ini dari kota-kota besar seperti Semarang, Jakarta dan Surabaya hanya dengan transportasi darat. Terserah siapa saja yang mau membangun (bandara). Baik pemerintah pusat, Angkasa Pura atau siapa saja yang penting bandara cepat dibangun. Ini harapan masyarakat kami,”ujarnya.

Dengan pesawat terbang, perjalanan Purbalingga-Semarang bisa disingkat menjadi 30 menit, ke Yogyakarta hanya 25 menit, ke Jakarta 45 menit dan perjalanan ke Surabaya hanya 1,15 jam.

Lanud Jenderal Besar Soedirman sebelumnya bernama Lanud Wirasaba, namanya diubah sejak 7 November 2016 berdasarkan SK KASAU No KEP/678/X/2016. Lanud ini berdiri di atas tanah seluas 115,04 hektar.
Prasarana penerbangan yang ada antara lain runway sepanjang 850 meter lebar 30 meter dengan alas rumput

Untuk menjadi bandara komersil, runway bandara ini akan diperpanjang menjadi 1.550 meter lebar 30 dengan konstruksi aspal. Dengan fasilitas ini, bandara bisa disinggahi pesawat jenis ATR 72-500 dengan jumlah penumpang 70 orang.

Pemkab Purbalingga, menurut Tasdi sudah memberi dukungan berupa pembebasan lahan seluas 5 hektare dengan anggaran sebesar Rp15 miliar dari APBD.

Selain itu, pihaknya juga sudah membangun infrastruktur penunjang seperti Jembatan Linggamas dan jalan menuju bandara senilai Rp93 miliar dari tahun 2011 hingga 2016.
halaman ke-1 dari 2
views: 5.215
loading gif
Top