alexametrics
  • Yehova Witnesses Bali Tak Mengetahui 5 WNA Sebarkan Kepercayaan

    Yehova Witnesses Bali Tak Mengetahui 5 WNA Sebarkan Kepercayaan

    Organisasi Yehova Witnesses di Bali tidak mengetahui keberadaan lima WNA yang diduga menyebarkan kepercayaan tersebut.

  • Sebarkan Kepercayaan Yehova Witnesses 5 WNA Dideportasi

    Sebarkan Kepercayaan Yehova Witnesses 5 WNA Dideportasi

    Lima orang Warga Negara Asing (WNA) dideportasi Kantor Imigrasi Klas I Khusus Ngurah Rai karena menyebarkan kepercayaan Yehova Witnesses di Bali.

  • Jampasnas Harus Bisa Bangun Mental dan Karakter Anak Bangsa

    Jampasnas Harus Bisa Bangun Mental dan Karakter Anak Bangsa

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS) meminta Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) ke III ini mampu membangun mental dan karakter anak bangsa.

  • KUA Sungai Raya tetap layani pernikahan Sabtu & Minggu

    KUA Sungai Raya tetap layani pernikahan Sabtu & Minggu

    Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar masih melayani proses pernikahan di luar kantor KUA pada Sabtu dan Minggu.

  • Mulai 2014, Pemkot Blitar hapus biaya nikah

    Mulai 2014, Pemkot Blitar hapus biaya nikah

    Mulai bulan Januari 2014,  Pemerintah Kota Blitar melakukan penghapusan biaya pernikahan.

  • Eksepsi ditolak, sidang gratifikasi penghulu dilanjut

    Eksepsi ditolak, sidang gratifikasi penghulu dilanjut

    Majelis menolak eksepsi dari penasihat hukum terdakwa dan memutuskan untuk melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan sejumlah saksi. Sidang akan dilanjutkan pada tanggal 2 Januari 2014 mendatang, kata Sri Herawati.

  • Ratusan penghulu serbu gedung Pengadilan Tipikor

    Ratusan penghulu serbu gedung Pengadilan Tipikor

    Ratusan penghulu yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala KUA se-Jatim mendatangi Gedung Pengadilan Tipikor Surabaya, di Sidoarjo. Kedatangan mereka untuk memberikan support atas koleganya yang terjerat kasus gratifikasi pernikahan.

  • Bingkisan gratifikasi, KPK dinilai tak paham adat Jawa

    Bingkisan gratifikasi, KPK dinilai tak paham adat Jawa

    Pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut pemberian bingkisan kepada penghulu masuk dalam gratifikasi terus menuai kecaman. Menurut peneliti isu keislaman dan kemasyarakatan Maksum Nur Mu'alim menyebut KPK 'ngawur'.

  • Banyak pasutri bodong di Bulukumba

    Banyak pasutri bodong di Bulukumba

    Sekira 100 orang warga di Kecamatan Bulukumpa, Bulukumba, dilaporkan belum memiliki buku nikah sah dari Kementerian Urusan Agama (KUA) setempat.

  • Protes, semua bingkisan penghulu akan dikirim ke KPK

    Protes, semua bingkisan penghulu akan dikirim ke KPK

    Pernyataan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) yang menyebut pemberian bingkisan dari keluarga mempelai kepada Petugas Pencatat Nikah (PPN) digolongkan gratifikasi atau tindakan korupsi menuai protes.

  • Warga tolak ketentuan nikah di Kantor KUA

    Warga tolak ketentuan nikah di Kantor KUA

    Ketentuan menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) yang ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai protes dari warga 16 desa di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

  • Penghulu diminta tetap laksanakan tugasnya

    Penghulu diminta tetap laksanakan tugasnya

    Menyusul kesepakatan para penghulu se-Jawa yang menghentikan pelayanan pencatatan nikah di luar kantor dan jam kerja, Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno, meminta penghulu tetap memenuhi permintaan warga.

  • Penghulu Solo sepakat tolak menikahkan di luar KUA

    Penghulu Solo sepakat tolak menikahkan di luar KUA

    Para penghulu di wilayah eks karisidenan Surakarta, Jawa Tengah sepakat menolak melayani pencatatan perkawinan di luar jam kerja dan di luar Kantor Urusan Agama (KUA).

PHOTO
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak