Gelar Festival se-Madiun, Kiai Muda Ganjar Gandeng Komunitas Pencak Silat
Minggu, 25 Desember 2022 - 13:29 WIB
loading...
Kiai Muda Jawa Timur (Jatim) menggelar festival pencak silat pada Sabtu (24/12/2022). Para kiai muda pendukung sosok Ganjar Pranowo ini, menghelat kegiatan tersebut di Pondok Pesantren Wisma Wisnu
A
A
A
MADIUN - Kiai Muda Jawa Timur (Jatim) menggelar festival pencak silat pada Sabtu (24/12/2022). Para kiai muda pendukung sosok Ganjar Pranowo ini, menghelat kegiatan tersebut di Pondok Pesantren Wisma Wisnu di Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur dengan menggandeng komunitas pencak silat di kabupaten Madiun.
Koordinator daerah Kiai Muda Madiun, Choirul Saifulloh Anwar menjelaskan, para peserta festival pencak silat ini berasal dari berbagai perguruan silat se-Madiun. Mulai dari perguruan Marpati Putih, Cempak Putih, hingga perguruan Pagar Nusa.
Choirul menjelaskan, latar belakang Kiai Muda Jatim menggelar festival ini adalah kurangnya minat generasi muda untuk menggeluti seni bela diri silat. Banyak anak muda saat ini, disebut Choirul, telah terbawa arus globalisasi yang membuat mereka lebih tertarik menghabiskan waktu bermain gadget.
Dia berharap, kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Madiun untuk bisa terlibat dalam pelestarian kesenian pencak silat.
"Kami ingin semua generasi pencak silat, ingin bahu membahu melestarikan pencak silat. Jangan sampai terbawa arus digitalisasi, yang saat ini sudah mewabah. Semua asik dengan gim online. Kami ingin semua generasi terus melestarikan budaya pencak silat," ucap Choirul.
Koordinator daerah Kiai Muda Madiun, Choirul Saifulloh Anwar menjelaskan, para peserta festival pencak silat ini berasal dari berbagai perguruan silat se-Madiun. Mulai dari perguruan Marpati Putih, Cempak Putih, hingga perguruan Pagar Nusa.
Choirul menjelaskan, latar belakang Kiai Muda Jatim menggelar festival ini adalah kurangnya minat generasi muda untuk menggeluti seni bela diri silat. Banyak anak muda saat ini, disebut Choirul, telah terbawa arus globalisasi yang membuat mereka lebih tertarik menghabiskan waktu bermain gadget.
Dia berharap, kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Madiun untuk bisa terlibat dalam pelestarian kesenian pencak silat.
"Kami ingin semua generasi pencak silat, ingin bahu membahu melestarikan pencak silat. Jangan sampai terbawa arus digitalisasi, yang saat ini sudah mewabah. Semua asik dengan gim online. Kami ingin semua generasi terus melestarikan budaya pencak silat," ucap Choirul.
Lihat Juga :