Jelang Natal, 300 Personel Gabungan Amankan 20 Gereja di Cilandak
Sabtu, 24 Desember 2022 - 11:01 WIB
loading...
Polisi melakukan pemeriksaan kepada jemaat yang hendak masuk ke gereja. Hal itu sebagai upaya pengamanan yang dilakukan polisi pada saat perayaan Natal. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Polsek Cilandak bakal melakukan pengamanan pada 20 gereja yang ada di wilayah hukumnya menjelang perayaan Natal 2022. Setidaknya, ada 300 personel gabungan dikerahkan guna pengamanan tersebut.
"Polsek Cilandak siap amankan 20 gereja dalam perayaan Natal," ujar Kapolsek Cilandak Kompol Wahid Key kepada wartawan, Sabtu (24/12/2022). Baca juga: Jumat Agung, Polisi dan TNI Amankan Gereja Katedral Jakarta
Untuk mengamankan puluhan gereja itu, kata dia, Polsek Cilandak bersama unsur Koramil, dan Kecamatan Cilandak mengerahkan personelnya. Adapun tiap personel itu disebar di 20 titik gereja yang ada di wilayah Cilandak.
"Gabungan Polsek, Koramil, Kecamatan dan potensi masyarakat kemarin diapelkan berjumlah 300," tuturnya.
Wahid Key menerangkan, polisi meminta agar panitia atau pengurus gereja untuk menyiapkan pamdal internal, mendata jemaat, mengatur pintu masuk, dan pintu keluar, serta berkoordinasi dengan aparat. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya hal tak diinginkan.
"Untuk jemaat gereja, agar tidak membawa tas besar, mengikuti proses dan aturan yang diberikan pengurus gereja," imbuhnya.
"Polsek Cilandak siap amankan 20 gereja dalam perayaan Natal," ujar Kapolsek Cilandak Kompol Wahid Key kepada wartawan, Sabtu (24/12/2022). Baca juga: Jumat Agung, Polisi dan TNI Amankan Gereja Katedral Jakarta
Untuk mengamankan puluhan gereja itu, kata dia, Polsek Cilandak bersama unsur Koramil, dan Kecamatan Cilandak mengerahkan personelnya. Adapun tiap personel itu disebar di 20 titik gereja yang ada di wilayah Cilandak.
"Gabungan Polsek, Koramil, Kecamatan dan potensi masyarakat kemarin diapelkan berjumlah 300," tuturnya.
Wahid Key menerangkan, polisi meminta agar panitia atau pengurus gereja untuk menyiapkan pamdal internal, mendata jemaat, mengatur pintu masuk, dan pintu keluar, serta berkoordinasi dengan aparat. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya hal tak diinginkan.
"Untuk jemaat gereja, agar tidak membawa tas besar, mengikuti proses dan aturan yang diberikan pengurus gereja," imbuhnya.
Lihat Juga :