Jelang Natal, Penjualan Pernak-pernik Natal di Bekasi Naik 40%
Jum'at, 23 Desember 2022 - 15:01 WIB
loading...
Omzet pedagang pedagang pernak-pernik Natal di Kota Bekasi menjelang Hari Raya Natal meningkat sampai 40% dibandingkan tahun lalu.Foto/MPI/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
BEKASI - Omzet pedagang pedagang pernak-pernik Natal menjelang Hari Raya Natal meningkat sampai 40% dibandingkan tahun lalu. Antusiasme masyarakat yang tinggi di tengah melandainya Covid-19 pun menjadi salah satu faktor penjualannya meningkat.
Salah satunya dirasakan oleh Peter yang menjual ornamen Natal di Toko Amanda, Jalan Ir H Juanda, Kota Bekasi. Menurutnya antusiasme masyarakat lebih tinggi dalam menyambut Natal kali ini.
Peter menyediakan segala pernak-pernik Natal mulai dari lampu hingga pohon Natal dengan harga beragam. "Pemesanan ornamen Natal itu sudah ramai sejak November 2022," kata Peter pada Jumat (23/12/2022).
Dia menuturkan, antusiasme masyarakat yang tinggi di tengah melandainya Covid-19 pun menjadi salah satu faktor penjualannya meningkat. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun lalu, penjualan tahun ini meningkat sejauh 40%.
“Mungkin masyarakat ingin merayakan lebih meriah semenjak pandemi dibatasi. Kalau untuk peningkatan penjualan pasti adalah sekitar 30-40%. Jadi memang jumlah pembeli pun mengalami kenaikan,” tuturnya.Baca: 4 Makanan Khas Natal Indonesia yang Tinggi Kolesterol, Jangan Kalap!
Salah satunya dirasakan oleh Peter yang menjual ornamen Natal di Toko Amanda, Jalan Ir H Juanda, Kota Bekasi. Menurutnya antusiasme masyarakat lebih tinggi dalam menyambut Natal kali ini.
Peter menyediakan segala pernak-pernik Natal mulai dari lampu hingga pohon Natal dengan harga beragam. "Pemesanan ornamen Natal itu sudah ramai sejak November 2022," kata Peter pada Jumat (23/12/2022).
Dia menuturkan, antusiasme masyarakat yang tinggi di tengah melandainya Covid-19 pun menjadi salah satu faktor penjualannya meningkat. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun lalu, penjualan tahun ini meningkat sejauh 40%.
“Mungkin masyarakat ingin merayakan lebih meriah semenjak pandemi dibatasi. Kalau untuk peningkatan penjualan pasti adalah sekitar 30-40%. Jadi memang jumlah pembeli pun mengalami kenaikan,” tuturnya.Baca: 4 Makanan Khas Natal Indonesia yang Tinggi Kolesterol, Jangan Kalap!
Lihat Juga :