Sasar 35.552 Warga, Pemkab Bogor Gelar Operasi Pasar Murah di Ciawi

Senin, 12 Desember 2022 - 15:55 WIB
loading...
Sasar 35.552 Warga,...
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan saat meninjau operasi pasar murah di Pasar Ciawi, Kabupaten Bogor. Foto/MPI/Putra Ramadhani Astyawan
A A A
BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar subsidi operasi pasar murah di Pasar Ciawi, Kabupaten Bogor. Operasi ini dalam rangka penanganan dampak inflasi naiknya harga BBM.

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan operasi pasar murah menyasar sebanyak 35.552 orang. Terdiri dari pengemudi ojek online, ojek pangkalan, sopir angkutan pedesaan dan pedagang mikro.

”Ini dilakukan bagi mereka yang terdampak inflasi akibat naiknya harga BBM. Untuk sasaran ini yang memvalidasi data penerima bantuannya adalah Dinas Sosial,” kata Iwan, Senin (12/12/2022).

Pada operasi ini dari harga per paket sembako Rp175 ribu diberikan dana stimulan sebesar Rp150 ribu. Sehingga, warga terdaftar dapat menebusnya hanya dengan harga Rp25 ribu. ”Anggaran ini bersumber dari 2 persen Dana Alokasi Umum (DAU),” ungkapnya

Di samping itu, untuk ketersediaan bahan pokok jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih terpantau aman. Semua pihak terkait terus melakukan pemantauan harga di lapangan. Baca juga: Kenaikan Harga BBM, Tarif Angkot di Bogor Naik 42% untuk Umum dan Pelajar 33%

”Insya Allah aman, semua sudah dikontrol Disdagin Kabupaten Bogor dan Perumda Pasar Tohaga. Mudah-mudahan tren kenaikan yang terjadi hari ini hanya karena menjelang liburan Nataru bukan karena kurangnya pasokan,” tambahnya.

Kadisdagin Kabupaten Bogor Entis Sutisna menjelaskan adapun komoditi operasi pasar murah yakni beras premium 10 kilogram, minyak goreng kemasan 1 liter, gula pasir 1 kilogram dan ikan kaleng.

Pasar murah dilaksanakan di 25 pasar rakyat dan 15 kantor kecamatan di Kabupaten Bogor mulai hari ini sampai dengan 29 Desember 2022. Baca juga: Harga BBM Naik, Pembatasan Subsidi Lewat MyPertamina Belum Berlaku

”Kegiatan ini diselenggarakan Perumda Pasar Tohaga, dengan menggunakan e-tiket dengan nilai per paket sebesar Rp 175 ribu namun masyarakat hanya membayar Rp25 ribu saja,” tutur Entis.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Rekomendasi
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved