alexametrics

Birokrat Ulung Itu Telah Berpulang

loading...
Birokrat Ulung Itu Telah Berpulang
(Photo: Koran Sindo/Gurun)
A+ A-
CIREBON - Setelah dirawat in tensif selama tiga bulan karena sakit, Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno, 60, meninggal dunia di RS Siloam, Tangerang, Banten, sekitar pukul 15.10 WIB, kemarin.

Sekitar pukul 1 8.00 WI B , Wakil Wali Kota Cirebon Nas rudin Azis langsung menuju Tangerang untuk menjemput jenazah Ano dan mengantarkannya pulang ke Kota Cirebon. Rombongan dijad walkan tiba di Kota Cirebon sekitar pukul 22.00 WIB. Kepala Bagian Humas Kota Cirebon Maruf Nuryasa me ngatakan, jenazah Ano rencananya dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kemlaten, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, seusai salat Jumat.

Jenazah pria asal Garut kelahiran 1955 ini sebelumnya akan disalatkan di Mas jid Raya At Taqwa, Kota Cirebon. Ano dikebumikan di Kota Cirebon atas permintaan pihak keluarga. “Pak Ano memang asal Garut, tapi pihak keluarga meminta jenazahnya dimakam kan di Cirebon. Ini harus di hormati,” kata Maruf kemarin.

Sebelum disalatkan, jenazah Ano se mpat disemayamkan di rumah dinas (rumdin) wali kota, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (19/2) malam. Namun hingga berita ini ditu run kan, Maruf mengaku belum mem peroleh keterangan resmi perihal penyakit Ano hingga meninggal dunia. Almarhum lahir dengan nama Ano Sutrisno di Kabupaten Garut pada 21 Februari 1955.

Dia meninggalkan seorang istri Erni Astuti dan dua anak, Wildan Arismunandar dan Tiara Widiastuti. Ano me nempuh jenjang pen didikan secara berturutturut di SD Negeri Jangkurang, Kabupaten Garut (1968); SMP Negeri Leles (1971); SMA Negeri Leles (1974); S1 Universitas Parahyangan Bandung (1980); dan S2 Pasca Sarjana STIE Ganesha (1984). Sebelum terpilih sebagai Wali Kota Cirebon, almarhum memulai karier birokratnya sebagai staf ITWILKO Kotamadya DT II Cirebon (1981- 1983).

Setelah itu, berturutturut dia menjabat Kaur Umum ITWILKO Kotamadya DT II Cirebon (1983-1988); Kabag Humas Pemkot Cirebon (1988-1991); Kabag Umum dan Protokol Pemkot Cirebon (1991- 1993); Kabag Penyusunan Program Pemkot Cirebon (1993- 1997); Kepala Dinas Pendapatan Daerah (1997- 2001); Asda Bidang Administrasi dan Pemerintah (2001-2002); Asda Umum dan Keuangan (2001- 2002); Sekretaris Daerah Kota Cirebon (2002-2007); Staf Ahli Bappeda (2008); Kepala Badan Perpustakaan Daerah Jabar (2008); Plt Bupati Kuningan (2008); Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah III Jabar (2008-2012); dan Wali Kota Cirebon Periode 2013-2018 (2013-2015).

Selain di pemerintahan, Ano juga dikenal berkiprah di pang - gung politik sebagai kader Par - tai Golkar. Keterpilihannya sebagai wali kota pun tak lepas dari campur tangan Golkar yang ‘dikawinkan’ dengan kiprah Wakil Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis yang diusung Partai Demokrat. Berita wafatnya Ano sendiri mendapat perhatian besar berbagai pihak di Kota Cirebon.

Rumah dinas wali kota pun dipa dati warga maupun pejabat yang melayat. Sebagai ungkapan duka, di kibarkan bendera setengah tiang di halaman rumdin. Sementara, tak sedikit orang di Cire bon dan luar kota, baik yang mengenalnya secara pribadi mau pun hanya sebatas profil nya sebagai kepala daerah, mengungkapkan rasa belasungkawanya di berbagai media sosial. Bahkan foto Ano sebagai kepala daerah pun dipasang sebagai display picture.

“Kami atas nama keluarga besar Keraton Kasepuhan turut berduka cita. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT,” ungkap Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat. Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno mengenal sosok almarhum sebagai tokoh yang tak bisa dipisahkan dengan pemerintahan dan kemajuan Kota Cirebon.

“Almarhum dikenal sebagai birokrat ulung yang berkarier dari bawah. Sudah ba nyak jasanya selama ini. DPRD dan masyarakat Kota Cirebon merasa kehilangan. Semoga segala amal ibadah dan peng abdiannya selama ini mendapat tempat di sisi-NYA,” ungkap Edi. Sementara mantan Wakil Wali Kota Cirebon sekaligus man tan Ketua DPRD Kota Ci re - bon yang dikenal sebagai salah satu tokoh Cirebon, Sunaryo HW juga mengenal Ano sebagai sosok birokrat dan politisi yang luwes.

“Semoga segala ide dan pi kir annya dalam memajukan Kota Cirebon bisa diteruskan oleh penerus dan kalangan generasi muda. Dengan begitu, apa yang telah dilakukannya selama ini tercapai,” tutur Sunaryo, politikus Partai Golkar ini. Sementara itu, jajaran Pemprov Jabar mengucapkan duka mendalam atas wafatnya Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno di RS Siloam kemarin.

Kabiro Humas Protokoler dan Umum Setda Pemprov Jabar Rudy Ganda kusumah mengatakan, pihaknya sudah menerima ka bar duka secara resmi dari Pemkot Cirebon. “Atas nama Pemprov Jabar, saya menyatakan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga iman Islam beliau diterima dan keluarga yang ditinggalkan di beri kesabaran dan kekuatan,” ungkap Ruddy.

Untuk itu, mewakili Gubernur, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar dan atau Sekda Jabar Wawan Ridwan akan ikut dalam prosesi pemakaman hari ini di Kota Cirebon.

Erika lia/ yugie prasetyo
(ars)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak