Mengenal Mangkunegara, Kakak Raja Kartasura yang Sempat Dibuang VOC ke Sri Lanka

Minggu, 11 Desember 2022 - 06:38 WIB
loading...
Mengenal Mangkunegara,...
Istana Pura Mangkunegaran di Kota Solo (Foto: Instagram [email protected])
A A A
Mangkunegara menjadi lokasi tempat serangkaian anak Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono. Namun nama Mangkunegara tak bisa dilepaskan dari sosok sejarah Pakubuwana II yang merupakan raja terakhir Kasunanan Kartasura yang memerintah sejak 1726- 1742, dan menjadi raja pertama Kasunanan Surakarta yang memerintah sejak tahun 1745 - 1749.

Sebagaimana dikisahkan pada "Babad Tanah Jawi", dari Soedjipto Abimanyu, pada masa awal pemerintahan Pakubuwana II, beberapa tokoh istana bersaing untuk menguasainya, karena ketika itu ia masih berusia 15 tahun. Para pejabat Kartasura pun terbagi menjadi dua kelompok, yaitu golongan yang bersahabat dengan VOC dipelopori oleh Ratu Amangkurat (ibu suri), dan golongan anti-VOC dipelopori Patih Cakrajaya.

Selain dua tokoh tersebut, tokoh penting lain adalah Arya Mangkunegara, kakak Pakubuwana II dari ibu yang berbeda, yang dulu terlibat Perang Suksesi Jawa II, namun menyerah dan diampuni oleh ayahnya (Amangkurat IV). Kini, ia menjadi tokoh kuat yang dibenci oleh Patih Cakrajaya.

Baca juga: Sejarah Berdirinya Puro Mangkunegaran, Lokasi Pernikahan Kaesang-Erina

Pada tahun 1728, Cakrajaya berhasil menjebaknya seolah ia berselingkuh dengan istri Pakubuwana II. Maka, atas desakan Pakubuwana II, VOC terpaksa membuang Arya Mangkunegara ke Sri Lanka, kemudian ke Tanjung Harapan.

Seperti telah disebutkan, pada masa Pakubuwana II, Ratu Amangkurat memiliki peranan penting dalam taktik politik yang dilancarkan oleh Pakubuwana II. Selama Pakubuwana Il memerintah, dikabarkan bahwa Ratu Amangkurat, selain Patih Danureja, banyak berperan dalam politik di istana. Belanda pun menganggap bahwa keduanya, baik Ratu Amangkurat maupun Patih Danureja, adalah orang-orang yang cerdik.

Beberapa hal yang dicatat sebagai kiprah politik dari Ratu Amangkurat, pertama dimana untuk mendekati Pakubuwana II, para bupati daerah atau para pejabat lainnya di lingkungan Kerajaan Mataram sering kali perlu beraudiensi terlebih dahulu dengan Ratu Amangkurat. Mereka menganggap bahwa ibu suri ini banyak berpengaruh atas putranya yang menjadi raja itu.

Kedua, atas permohonan Ratu Amangkurat (ibu Pakubuwana II), hukuman mati yang hendak dijatuhkan oleh Pakubuwana II kepada Pangeran Arya Mangkunegara, yang melakukan skandal dengan selir Pakubuwana II diubah menjadi hukuman buang ke luar Jawa.

Meski demikian, Ratu Amangkurat, menurut catatan sejarah, tidak luput dari skandal. Pada tahun 1729, selama lebih dari setahun, Ratu Amangkurat (yang telah menjadi janda) diberitakan hidup bersama Raden Surawijaya. Hampir tiap malam, Raden Surawijaya menghibur ibu suri tersebut.

Hal tersebut tidak disukai oleh Pakubuwana II (PB Il saat itu berusia 19 tahun), anak kandung Ratu Amangkurat sendiri. Pakubuwana II memerintahkan Tirtawiguna, Wirajaya, dan Mangunnagara untuk membunuhnya. Namun, ketiganya menghindar, hingga akhirnya, Danurejalah yang disuruh.

Surawijaya kemudian dibunuh tanggal 21 Oktober 1729 di bawah pohon beringin di Paseban. Karena otak pembunuhan kekasihnya diketahui, maka Ratu Amangkurat bergabung dengan lawan-lawan politik Danureja. Hasilnya terlihat pada Januari 1730 saat orang-orang kesayangan Danureja banyak dicopot dari jabatannya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Makna Filosofi Legiun...
Makna Filosofi Legiun Mangkunegaran dalam Jamuan Royal Dinner 2026
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Sejarah Penamaan Mangkunegaran,...
Sejarah Penamaan Mangkunegaran, Berawal dari Saudara Raja Dibuang ke Sri Lanka
Sri Lanka Diterjang...
Sri Lanka Diterjang Krisis Ekonomi akibat Perang Iran, Indonesia Harus Waspada
Hemat BBM Imbas Perang...
Hemat BBM Imbas Perang AS vs Iran, Negara Asia Ini Jadikan Hari Rabu Libur Nasional
Sri Lanka Tolak Permintaan...
Sri Lanka Tolak Permintaan AS untuk Mendaratkan 2 Jet Tempur di Bandara Mattala
Rekomendasi
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
Berita Terkini
Banjir Tapanuli Utara...
Banjir Tapanuli Utara Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved