Eki Pitung Senang Dua Bamus Betawi Melebur: Perjuangan Tak Sia-sia
Rabu, 07 Desember 2022 - 07:05 WIB
loading...
Eki Pitung menyebutkan Badan Musyawarah Masyarakat Betawi atau Bamus Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982 sepakat melebur. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Musyawarah Masyarakat Betawi atau Bamus Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982 sepakat melebur. Penyatuan dua organisasi kemasyarakatan atau ormas Betawi ini akan dideklarasikan di Balai Kota DKI Jakarta pada 22 Desember 2022.
Wakil Ketua Umum Bamus Betawi Mohammad Rifky atau Eki Pitung mengapresiasi bersatunya Bamus Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982. Baca juga: Bamus Betawi Ada 2, DPRD DKI Usul Dana Hibah Rp4,5 Miliar Disatukan
”Saya senang campur haru, karena perjuangan untuk menyatukan Bamus Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982 tidak sia-sia,” kata Eki Pitung dalam keterangannya dikutip, Rabu (7/12/2022).
Pertemuan Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad dan Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982 Zainuddin dengan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Marullah Matali sangat bersejarah.
”Kalau istilah Betawi, kaki buat kepala, kepala buat kaki dilakoni untuk perdamaian dua kubu yang lama terbelah,” ucapnya.
Meski demikian, Eki Pitung berpesan agar format dan mekanisme penyatuannya harus jelas, karena keduanya memiliki AD/ART dan SK Menkumham. Baca juga: Komisi A DPRD DKI Ingin Dana Hibah Dibelah Dua, Bamus Betawi: Terkesan Ingin Pelihara Konflik
Wakil Ketua Umum Bamus Betawi Mohammad Rifky atau Eki Pitung mengapresiasi bersatunya Bamus Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982. Baca juga: Bamus Betawi Ada 2, DPRD DKI Usul Dana Hibah Rp4,5 Miliar Disatukan
”Saya senang campur haru, karena perjuangan untuk menyatukan Bamus Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982 tidak sia-sia,” kata Eki Pitung dalam keterangannya dikutip, Rabu (7/12/2022).
Pertemuan Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad dan Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982 Zainuddin dengan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Marullah Matali sangat bersejarah.
”Kalau istilah Betawi, kaki buat kepala, kepala buat kaki dilakoni untuk perdamaian dua kubu yang lama terbelah,” ucapnya.
Meski demikian, Eki Pitung berpesan agar format dan mekanisme penyatuannya harus jelas, karena keduanya memiliki AD/ART dan SK Menkumham. Baca juga: Komisi A DPRD DKI Ingin Dana Hibah Dibelah Dua, Bamus Betawi: Terkesan Ingin Pelihara Konflik
Lihat Juga :