alexametrics

Ubah Cumplung Jadi Kerajinan "Kepala Monyet"

loading...
Ubah Cumplung Jadi Kerajinan Kepala Monyet
Kepala monyet menjadi salah satu kerajinan kebanggan warga Bantul. (erfanto/sindonews.com)
A+ A-
BANTUL - Deretan "kepala monyet" nampak menggantung di sebuah rumah yang letaknya sekitar 100 meter dari kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul.

Kerajinan tangan itu digantung berjajar rapih, namun tidak ada yang tahu jika barang tersebut ternyata dijual. Memang oleh pemilik rumah, kepala-kepala monyet tersebut hanya digantung begitu saja, seperti sebuah hiasan rumah.

Sekilas hasil kreativitas yang digantung di depan rumah Temu Wijiarsih (35), warga Dusun Bakulan, RT 01, Desa Patalan, ini terlihat seperti pajangan. Wijiarsih mengaku, sebenarnya kepala-kepala monyet tersebut dijual dengan harga Rp15.000 sampai Rp20.000.



“Ini memang saya jual, tetapi hanya siapa yang mau saja,” tutur pria yang juga berprofesi sebagai tukang cukur rambut dan penjual kacamata ini.

Selain mengandalkan hidupnya dari hasil jerih payahnya sebagai tukang cukur, ia bersama rekannya, Rozi (Kojek) memang membuat kerajinan berupa "kepala monyet" dari kelapa yang busuk (cumplung). "Di daerah Bantul sering disebut dengan Cumplung."

Ide membuat "kepala monyet" dari cumplung tersebut sebenarnya berawal dari banyaknya kelapa yang busuk yang berserakan di dekat rumahnya. "Saya lantas memutar otak bagaimana agar cumplung tersebut bisa bermanfaat, syukur-syukur bisa menghasilkan uang," ujarnya.

Ketika ketemu dengan rekannya, Kojek yang berprofesi sebagai tukang kayu, ia lantas mengutarakan idenya tersebut. Tanpa panjang lebar, keduanya lantas mencoba membuatnya.

Berbagai ekspresi "kepala monyet" berhasil mereka buat. Beberapa kreasi dipercantik dengan menambah cat-cat pada lerung tertentu. Namun ternyata yang paling diminati oleh pembeli adalah boneka kepala monyet yang bergaya natural atau tanpa embel-embel warna.

“Prosesnya sebenarnya tidak lama. Sekali buat hanya butuh 20 menit,” tuturnya.
(lis)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak