Dokter Spesialis: Pola Hidup Sehat Efektif Cegah Risiko Prediabetes dan Diabetes

Rabu, 16 November 2022 - 22:34 WIB
loading...
Dokter Spesialis: Pola Hidup Sehat Efektif Cegah Risiko Prediabetes dan Diabetes
Foto ilustrasi SINDOnews
A A A
JAKARTA - Diabetes menjadi salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk dunia. Data International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021 menunjukkan, 537 juta penduduk dunia dengan rentang usia 20-79 tahun menderita penyakit diabetes.



IDF memprediksi, jumlah itu bisa mencapai 643 juta pada tahun 2030 dan 783 juta pada tahun 2045. Untuk di Indonesia, data juga menunjukkan bahwa penderita diabetes mencapai 19,47 juta orang pada 2021. Dari jumlah itu, sebanyak lebih dari 236 ribu di antaranya meninggal dunia karena penyakit tersebut. Baca juga: World Diabetes Day, Novo Nordisk Indonesia Ajak Masyarakat Kelola dengan Gaya Hidup Sehat

Jika tidak dilakukan upaya pencegahan dan penanganan yang tepat, maka penderita diabetes di Indonesia diperkirakan bisa mencapai 23,33 juta orang pada 2030, bahkan mencapai 28,57 orang pada 2045.

Untuk mencegah itu, dan dalam rangka Hari Diabetes Sedunia 2022 yang jatuh pada 14 November, Merck -perusahaan sains dan teknologi terkemuka-melakukan kampanye edukasi mengenai prediabetes. Lewat YouTube Channel Merck Indonesia, masyarakat diajak untuk menjalani pola hidup sehat guna menekan risiko diabetes.

Dalam sesi edukasi, Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo, Sp. PD-KEMD., Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes menjelaskan terkait prediabetes. Dia menjelaskan, prediabetes merupakan kondisi di mana kadar gula darah yang lebih tinggi dari nilai normal, tetapi belum menyentuh kriteria untuk didiagnosis sebagai diabetes.

Menurutnya, penderita prediabetes memiliki risiko lebih besar menjadi diabetes dibandingkan dengan orang tanpa prediabetes. Baca juga: Hari Diabetes Sedunia, Mandaya Royal Hospital Puri Tangerang Bentuk Klinik Diabetes

"Namun, tidak banyak orang yang menyadari kondisi prediabetes karena memang gejalanya yang minim sampai kemudian berkembang menjadi diabetes dan menimbulkan komplikasi,” bebernya.

Lanjut dr Pradana, upaya pencegahan yang tepat sangat penting. Sebab jika tidak, perkembangan prediabetes menjadi diabetes tipe 2 bisa terjadi lebih cepat.

"Data menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh pasien prediabetes yang tidak diberikan intervensi akan progres ke diabetes," ujarnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1477 seconds (10.177#12.26)