Kram Kaki Bisa Jadi Gejala Awal Kolesterol Tinggi, Waspadalah!

Selasa, 15 November 2022 - 09:16 WIB
loading...
Kram Kaki Bisa Jadi Gejala Awal Kolesterol Tinggi, Waspadalah!
Gejala awal kolesterol tinggi bisa ditandai dengan kram kaki. Kolesterol tinggi dijuluki sebagai silent killer lantaran dapat menyebabkan masalah kesehatan. Foto/Gett Images
A A A
JAKARTA - Jika Anda mengalami kram kaki, bisa jadi merupakan gejala awal kolesterol tinggi . Kolesterol tinggi dijuluki sebagai silent killer lantaran dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti penyakit jantung jika terlambat diatasi.

Namun gejala kolesterol tinggi tidak selalu muncul dengan sendirinya untuk memberikan tanda-tanda. Hal tersebut menyebabkan banyak orang sering mendapatkan pengobatan dalam kondisi yang terlambat lantaran kondisi kesehatan yang sudah menurun.

Kolesterol akan menumpuk di arteri dan dapat menyebabkan beberapa sinyal tubuh yang tidak boleh diabaikan.

Dilansir dari Times of India, Senin (14/11/2022) salah satu gejala seperti itu bisa menyerang kaki Anda. Plak terbuat dari kolesterol dan zat lemak lainnya, dan penumpukannya di arteri dapat membuatnya menyempit.

Baca juga: Tidak Dinafkahi Suami, Ibu Hamil Curi Ponsel di Pasar Dadak Makassar

Pembuluh darah yang menyempit dapat mengganggu kelancaran aliran darah ke bagian tubuh dan gejala pertama yang terlihat sering muncul di kaki. Ini disebut penyakit arteri perifer (PAD).

Kram kaki merupakan gejala pertama PAD. Ini terjadi karena kontraksi otot tak disengaja yang tiba-tiba atau gerakan kejang. Ini bisa terasa seperti otot terkepal yang sangat tidak nyaman dan menyakitkan.

PAD juga dapat disertai klaudikasio intermiten, yaitu rasa sakit dan ketidaknyamanan pada otot-otot kaki yang terjadi ketika Anda aktif dan berhenti ketika beristirahat.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh masalah aliran darah, yang dapat disebabkan oleh arteri yang tersumbat plak. Nyeri atau ketidaknyamanan pada kaki dapat berkembang karena berbagai penyebab.

Namun, nyeri kaki dapat diidentifikasi terkait PAD jika hilang dengan istirahat, dan kembali ketika melanjutkan aktivitas. Klaudikasio intermiten juga dapat membuat kaki terasa mati rasa, lemah, berat, atau lelah.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3361 seconds (11.210#12.26)