Delapan Kelurahan Perbatasan DIY Dinilai Timpang Secara Ekonomi dengan Jateng
Selasa, 07 Juli 2020 - 22:54 WIB
loading...
A
A
A
Supardjo melanjutkan, salah satu kesenjangan infrastruktur yang terjadi adalah jalan. Di sebagian besar jalan kalurahan menuju ibu kota kecamatan atau kapanewon juga harus memutar ke wilayah Jawa Tengah.
Selain itu, kondisi jalan yang masih perlu perhatian serius dari Pemda DIY maupun dari Pemkab Gunungkidul dan Sleman.
"Bahkan antara Kelurahan Sampang dan Serut di Kapanewon Gedangsari yang notabene berbatasan dan dekat, tidak ada jalan antar desa. Ini harus dipikirkan," tandasnya. (Baca juga: Publik Pertanyakan ke Mana Limbah Medis COVID-19 Dibuang?)
Selain hal itu, dia juga melihat perputaran ekonomi yang tergantung wilayah Jawa Tengah. "Akses perbankan saja juga menggunakan bank di Jawa Tengah," jelasnya.
Untuk itu pembahasan serius perbatasan ini perlu dilakukan. Karena hal ini ironis dengan jalur perbatasan barat yang relatif imbang dengan perbatasan daerah lain, seperti Purworejo.
Selain itu, kondisi jalan yang masih perlu perhatian serius dari Pemda DIY maupun dari Pemkab Gunungkidul dan Sleman.
"Bahkan antara Kelurahan Sampang dan Serut di Kapanewon Gedangsari yang notabene berbatasan dan dekat, tidak ada jalan antar desa. Ini harus dipikirkan," tandasnya. (Baca juga: Publik Pertanyakan ke Mana Limbah Medis COVID-19 Dibuang?)
Selain hal itu, dia juga melihat perputaran ekonomi yang tergantung wilayah Jawa Tengah. "Akses perbankan saja juga menggunakan bank di Jawa Tengah," jelasnya.
Untuk itu pembahasan serius perbatasan ini perlu dilakukan. Karena hal ini ironis dengan jalur perbatasan barat yang relatif imbang dengan perbatasan daerah lain, seperti Purworejo.
(boy)
Lihat Juga :