alexametrics

Siap Tampung Pelajar Nonmuslim

loading...
Siap Tampung Pelajar Nonmuslim
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Robert O Blake Jr (baju biru) dan Konjen AS di Surabaya Joanne I Cossitt, didampingi Pengasuh Ponpes Tebuireng, berziarah di makam Gus Dur dan sempat melihat langsung aktivitas para santri.
A+ A-
MOJOKERTO - Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, membuka kesempatan bagi kalangan pelajar nonmuslim yang ingin belajar di lingkungan pesantren.

Selain belajar keilmuan, mereka juga bisa melihat dari dekat kehidupan sehari-hari para santri. Kesempatan belajar di ponpes bagi pelajar nonmuslim itu diungkapkan Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Salahuddin Wahid.

Kesempatan itu diberikan kepada pelajar di Amerika Serikat atau negara-negara yang masih minim pengetahuan soal kehidupan sehari-hari para santri. ”Silakan pelajar Amerika mondok di sini (Tebuireng). Bahkan, mereka yang nonmuslim juga tidak ada masalah,” ungkap Gus Sholah, sapaan akrab KH Salahuddin Wahid, saat menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Robert O Blake Jr di Ponpes Tebuireng kemarin.



Selama ini, kata dia, banyak warga negara lain, khususnya mereka yang nonmuslim, tidak mengetahui bagaimana pendidikan dan lingkungan pondok pesantren. Terlebih, banyak di antara mereka yang berpikir jika Islam identik dengan kekerasan dan teroris yang melakukan pengeboman. ”Agar mereka tahu bahwa yang diajarkan di pondok itu ilmu agama, toleransi keberagaman,” ujarnya.

Adik kandung mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid ini menambahkan, dengan mondok di pesantren, dunia harus melihat dengan jelas mengenai kehidupan pemeluk agama Islam, terutama di Indonesia.

Dia berharap, dengan adanya pelajar asing yang mondok, bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat di negara masing- masing. ”Agar mereka juga tahu bagaimana Islam sangat menghormati keberagaman. Buktinya, kita persilakan pelajar Amerika mondok di sini,” tandasnya.

Dia menyebutkan, kehidupan di pondok sangat mengedepankan toleransi keberagaman. Mereka juga bisa hidup rukun, baik antarsantri maupun masyarakat luar. Pondok pesantren membuka pintu lebar kepada siapa pun yang ingin menimba ilmu atau pengetahuan. ”Beberapa bulan di pondok, pelajar asing yang nonmuslim akan tahu sebenarnya bahwa Islam mengajarkan kedamaian juga,” tuturnya.

Sementara itu, Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake Jr menyambut baik tawaran Gus Sholah yang membuka ruang bagi pelajar Amerika untuk belajar di Tebuireng. ”Itu gagasan yang menarik. Pertukaran pelajar seperti itu mungkin bisa dilakukan. Kami mengapresiasi sambutan Gus Sholah,” kata Blake.

Dia mengakui, tidak banyak warganya yang mengetahui kehidupan pesantren. Dia mengatakan, perkembangan Islam di Amerika cukup pesat. Bahkan, di beberapa negara bagian, pemeluk agama Islam menduduki peringkat kedua setelah Kristen. ”Kami juga kagum dengan pendidikan di pondok. Mereka bisa hidup bersama- sama dengan rukun. Kami juga mempersilakan pelajar Indonesia untuk menuntut ilmu di Amerika,” tambahnya.

Soal kunjungannya ke Ponpes Tebuireng, Blake mengaku ingin berziarah ke makam Gus Dur. Dia menilai Gus Dur adalah sosok pemimpin yang kuat dan sederhana. Gus Dur juga dinilai menjadi pejuang demokrasi di Indonesia. ”Gus Dur memiliki peran yang besar atas majunya demokrasi di Indonesia, terutama pasca-1998,” ujar Blake.

Dia juga tak menampik jika Gus Dur adalah sosok yang sangat memiliki toleransi terhadap kelompok minoritas, juga sebagai pejuang hak asasi manusia (HAM). Karena itu, dia mengaku ingin belajar mengenai apa yang diajarkan Gus Dur. ”Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari apa yang telah diajarkan Gus Dur. Bagi warga Amerika, Gus Dur adalah tokoh penting,” tandasnya.

Dalam kunjungannya ke Ponpes Tebuireng, Blair sempat berziarah dan menabur bunga di makam Gus Dur. Dia juga sempat melihat-lihat aktivitas para santri di asrama. Bahkan, Blake sempat memasuki kamar santri dan berdialog singkat.

Sebelum tiba di Ponpes Tebuireng, Blake yang datang bersama Konsul Jenderal AS di Surabaya Joaquin F Monserrate dan pejabat politik dan ekonomi Konjen AS di Surabaya Joanne I Cossitt mengunjungi Ponpes di Mancilan, Jombang.

Tritus Julan
(ftr)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak