alexametrics

Asyik Nongkrong, Tiga Pelajar Dibacok

loading...
Asyik Nongkrong, Tiga Pelajar Dibacok
Asyik nogkrong, tiga pelajar dibacok. (Ilustrasi/Istimewa)
A+ A-
YOGYAKARTA - Gerombolan orang yang ditengarai kelompok geng pelajar di Kota Yogyakarta berbuat onar, tadi malam. Mereka berkeliaran menggunakan tiga unit kendaraan roda dua menenteng senjata tajam jenis pedang.

Saat bertemu beberapa pelajar yang asyik nongkrong di sekitar lapangan depan Monumen Diponegoro, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, kelompok ini mengeluarkan pedang. Beberapa pelajar yang tengah bermalam Minggu itu kalang kabut lalu kabur meninggalkan lokasi tongkrongan.

Sayangnya, ada tiga pelajar yang tak lolos sehingga menjadi korban pembacokan. Ketiganya, Moris (16), warga Jetis, Kota Yogyakarta yang menderita luka bacok pada bagian kepala; Bagas (13), warga Wirobrajan yang mengalami luka sobek pada punggung; dan Nurcahyo (12), warga Jetis, Kota Yogyakarta yang mendapat luka pada bagian jarinya.



Meski selamat dari maut, ketiga korban itu langsung dilarikan ke RS Ludiro Husodo untuk mendapatkan perawatan medis. Belum diketahui secara pasti alasan para pelaku melakukan penganiayaan tersebut.

"Itu mungkin pelakunya geng pelajar, kelompok apa dan yang mana belum tahu juga," kata seorang anggota polisi yang bertugas di Mapolresta Yogyakarta, Minggu (7/12/2014).

Para korban, kata dia, tidak menyangka akan menjadi korban pembacokan. Mereka merasa tidak memiliki musuh dengan siapa pun.

"Mereka (korban) ini enggak tahu, dikira cuma canda, ternyata beneran dan ikutan kabur tapi sudah kena sajam," katanya.

Sementara, Kapolsekta Tegalrejo Kompol Samsul Bahri mengaku masih menyelidiki kasus ini. Beberapa saksi dan saksi korban sudah dimintai keterangan.

"Masih kita selidiki, keterangan saksi-saksi juga masih dikumpulkan untuk mencari pelakunya," jelasnya.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak