Mengenal Henk Ngantung, Sosok Gubernur DKI Jakarta Beretnis Tionghoa Pertama

Rabu, 02 November 2022 - 18:48 WIB
loading...
Mengenal Henk Ngantung,...
Henk Ngantung merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta yang menjabat cukup singkat. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Henk Ngantung merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta yang menjabat cukup singkat. Selain itu dia juga menjadi walikota beretnis tionghoa pertama di Jakarta.

Henk Ngantung lahir pada 1 Maret 1921 di Manado, Sulawesi Utara. Sebelum menjadi Gubernur, Henk dikenal sebagai seorang seniman .

Baca juga : Ini 2 Gubernur DKI Jakarta yang Beretnis Tionghoa

Pria bernama lengkap Hendrik Hermanus Joel Ngantung ini merantau ke Jakarta yang masih bernama Batavia pada tahun 1904. Kala itu, Batavia masih menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda. Disinilah dia mulai berkarier sebagai seniman Ibu Kota.

Kemudian pada 29 Oktober 1946, Henk Ngantung menjadi seorang pendiri Gelanggang Seniman Merdeka yang menghimpun kaum seniman Angkatan 45, termasuk Chairil Anwar, Haruddin M.S., Mochtar Apin, Basuki Resobowo, Asrul Sani, dan lainnya.

Hal tersebut membuatnya menjadi salah seorang seniman papan atas yang kenal baik dengan Presiden Soekarno. Hingga dia sempat digaet untuk bergabung sebagai anggota Dewan Nasional (cikal-bakal Dewan Pertimbangan Agung).

Dikutip dari etd.repository.ugm.ac.id, Ambisi Soekarno yang ingin melihat Ibukota Jakarta terlihat lebih indah dan tertata memunculkan ide untuk mencari pemimpin yang dapat mewujudkan ambisinya.

Pada tahun 1960, Henk Ngantung diangkat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk mendampingi Soemarno.

Sebelum menjadi Gubernur, Henk Ngantung sempat menyelesaikan pembangunan patung selamat datang yang dirancangnya demi menyambut Asian Games 1962.

Baca juga : 3 Peninggalan Fauzi Bowo saat Menjabat Gubernur DKI Jakarta

Pada 26 Agustus 1964 Henk Ngantung diangkat sebagai Gubernur Jakarta untuk menggantikan Soemarno yang naik level menjadi Menteri Dalam Negeri.

Hal ini membuatnya sebagai Gubernur beretnis tionghoa pertama. Ketika menjabat sebagai Gubernur, Henk tercatat sebagai salah satu Gubernur tersingkat yang pernah menjabat karena belum genap satu tahun dirinya sudah dicopot.

Pencopotan yang dilakukan pada 15 Juli 1965 ini lantas membuatnya sebagai gubernur yang hanya menjabat selama 11 bulan saja. Alasan pencopotannya bahkan sampai saat ini masih belum diketahui pasti.

Setelah tidak menjabat sebagai walikota, Henk kembali ke kehidupan sebelumnya yakni sebagai seniman. Kendati demikian dia justru mendapat kehidupan yang cukup sulit karena sempat dituding sebagai pengikut PKI yang tidak jelas darimana tuduhan tersebut ditujukan untuknya.

Labeling itu lantas membuat kariernya tamat. Hingga masa tuanya dijalani dengan sakit sakitan dan bahkan nyaris buta. Hingga akhirnya seniman ini meninggal pada 12 Desember 1991 di usianya yang ke 70 tahun.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Rekomendasi
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
Memperingati HUT Jakarta...
Memperingati HUT Jakarta ke-499, Cerita Pemuda Betawi Jaga Jiwa Jakarta dan Lestarikan Budaya lewat Betawi Online Gallery di Shopee
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
Berita Terkini
Besok Puncak HUT ke-499...
Besok Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Info Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkirnya
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved