Gara-gara Inflasi Meroket, Perilaku Ngopi Diprediksi Berubah dari Kafe ke Rumah

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 19:59 WIB
loading...
Gara-gara Inflasi Meroket, Perilaku Ngopi Diprediksi Berubah dari Kafe ke Rumah
Lonjakan inflasi global diperkirakan bakal mengubah perilaku masyarakat dalam menikmati seduhan kopi. Foto/Dok. SINDOphoto
A A A
BOGOTA - Kebiasaan untuk menikmati kopi di kafe dan restoran, diprediksi bakal berubah dan berganti untuk menikmati kopi di rumah. Prediksi perubahan kebiasaan ini, dipicu oleh inflasi global yang terus meroket.

Baca juga: Wakil Wali Kota Makassar Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Kendalikan Inflasi

"Saya kira tidak akan ada dampak dari segi volume, tetapi dalam cara kopi diminum dan kualitasnya, orang akan menurunkan kualitas kopi yang mereka minum dan mengubah tempat mereka meminumnya," kata Direktur Organisasi Kopi Internasional/International Coffee Organization (ICO), Vanusia Nogueira, Sabtu (8/10/2022).



Pasokan kopi internasional juga dianggap belum mampu memenuhi permintaan. Kondisi ini terjadi akibat penurunan panen global yang lebih rendah pada tahun 2021/2022 yang disebabkan efek perubahan iklim.

Baca juga: Dilaporkan Kasus KDRT, Rizky Billar Ingin Tetap Bersama Lesti Kejora

Statistik ICO mencatat, total produksi untuk tahun kopi 2021/2022 mencapai 167,2 juta kantong (Per kantong berisi 60 kg kopi), alias turun 2,1% dari 170,83 juta kantong pada tahun sebelumnya.

Data juga mencatat konsumsi kopi global naik 3,3% menjadi 170,3 juta kantong. "Kita menghadapi banyak masalah iklim di daerah penghasil utama kopi," lanjutnya dalam sebuah wawancara kepada Reuters di ibukota Kolombia, Bogota.

Baca juga: Bikin Konten Prank KDRT, Baim Wong Terancam Penjara Maksimal 10 Tahun

Meskipun harga kopi telah naik, petani tidak dapat menghasilkan lebih banyak produk karena masalah terkait iklim. Dia menilai harga kopi masih akan tetap stabil pada 2023 mengikuti supply dan demand pasar.

Perubahan iklim dinilai merupakan tantangan terbesar industri kopi. "ICO sedang bekerja untuk menciptakan dana ketahanan bersama bank dan organisasi lain untuk melihat lebih dekat bahwa zona produktif dan varietas kopi mampu bertahan dari perubahan iklim," pungkasnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1770 seconds (10.101#12.26)