Banjir Setinggi 1,5 Meter, Kawasan Wisata Legian Sekejap Menjadi Sungai
Sabtu, 08 Oktober 2022 - 12:56 WIB
loading...
Banjir di Legian. Foto: Istimewa
A
A
A
BADUNG - Hujan deras selama beberapa hari, membuat wilayah wisata Legian, Kuta, Badung, Bali, terendam banjir. Tinggi banjir hingga 1,5 meter itu, mengubah kawasan wisata yang indah ini menjadi sungai.
Puluhan rumah-rumah warga, hotel, hingga villa, semua terendam banjir. Akibatnya, banyak wisatawan asing yang terpaksa diungsikan dari tempat menginap mereka.
Ketua LPM Legian, Wayan Puspanegara mengatakan, banjir paling parah terjadi di Legian. Hampir separuh wilayah Legian terendam banjir sebagai dampak dari meluapnya air dari Tukad Mati.
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Nusa Penida Bali, Rumah hingga Objek Wisata Rusak
"Banjir merendam sejumlah akses jalan, dan rumah penduduk. Di pinggir Tukad Mati, banjir bahkan nyaris mencapai atap rumah warga, dan menenggelamkan sejumlah rumah semipermanen," katanya, Sabtu (8/10/2022).
Dijelaskan dia, banjir datang secara tiba-tiba. Hal ini membuat sejumlah warga kesulitan mengevakuasi barang-barang berharga mereka agar tidak terendam banjir dan hilang terbawa arus.
"Banyak yang tidak bisa menyelamatkan harta benda mereka, karena banjir datang tiba-tiba. Tetapi warga juga banyak yang enggan mengungsi dan memilih untuk menunggu air surut di rumah mereka," jelasnya.
Puluhan rumah-rumah warga, hotel, hingga villa, semua terendam banjir. Akibatnya, banyak wisatawan asing yang terpaksa diungsikan dari tempat menginap mereka.
Ketua LPM Legian, Wayan Puspanegara mengatakan, banjir paling parah terjadi di Legian. Hampir separuh wilayah Legian terendam banjir sebagai dampak dari meluapnya air dari Tukad Mati.
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Nusa Penida Bali, Rumah hingga Objek Wisata Rusak
"Banjir merendam sejumlah akses jalan, dan rumah penduduk. Di pinggir Tukad Mati, banjir bahkan nyaris mencapai atap rumah warga, dan menenggelamkan sejumlah rumah semipermanen," katanya, Sabtu (8/10/2022).
Dijelaskan dia, banjir datang secara tiba-tiba. Hal ini membuat sejumlah warga kesulitan mengevakuasi barang-barang berharga mereka agar tidak terendam banjir dan hilang terbawa arus.
"Banyak yang tidak bisa menyelamatkan harta benda mereka, karena banjir datang tiba-tiba. Tetapi warga juga banyak yang enggan mengungsi dan memilih untuk menunggu air surut di rumah mereka," jelasnya.
Lihat Juga :