Urai Kemacetan, F-PKS DPRD Usul Pemprov DKI Batasi Warga Beli Kendaraan

Senin, 03 Oktober 2022 - 16:23 WIB
loading...
Urai Kemacetan, F-PKS...
F-PKS DPRD DKI mengusulkan agar Pemprov membatasi warga Jakarta membeli kendaraan bermotor. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) DPRD DKI mengusulkan agar Pemerintah Provinsi ( Pemprov ) membatasi warga Jakarta membeli kendaraan bermotor. Usulan itu untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di Jakarta.

Demikian disampaikan Anggota DPRD DKI Fraksi PKS Muhammad Taufik Zoelkifli dalam rapat bersama Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Senin (3/10/2022). Menurutnya, pembatasan tersebut bisa menjadi satu siasat guna mengurai kemacetan yang terjadi di Ibu Kota Jakarta. Baca juga: Jumlah Pelanggar Aturan Ganjil Genap Menurun

"Saya mengusulkan juga ada dimasukkan satu aturan apakah bisa dimasukkan aturan, di mana keluarga Jakarta atau yang ber-KTP Jakarta, itu maksimal punya kendaraan berapa atau satu KTP Jakarta punya kendaraan berapa," kata Taufik ketika rapat bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Dishub DKI Jakarta tengah merumuskan kebijakan push dan pull strategy guna mengendalikan masalah lalu lintas di Jakarta. Di antaranya dengan mengeluarkan kebijakan ganjil genap, uji emisi, kebijakan work from home, zona rendah emisi, dan manajemen tarif parkir.



Lebih lanjut, Taufik menuturkan, usulan pembatasan jumlah kepemilikan kendaraan bermotor ini bisa dirumuskan dalam push strategy Dishub DKI.

“Push-nya itu, apakah bisa dimasukkan satu aturan bagaimana kalau enggak salah kan kemarin 10 tahun usia kendaraan (dihapus) nah ini (aturan maksimal jumlah kepemilikan) apakah bisa diterapkan? Itu saja,” tutur Taufik.

Kendati demikian, lanjut Taufik ingin warga Jakarta terdorong menggunakan transportasi umum. Sehingga, Pemprov DKI perlu menuntaskan terlebih dahulu program pull strategy. Baca juga:DKI Berlakukan Uji Emisi untuk Kendaraan Bermotor Mulai Akhir Tahun

"Saya, kita itu juga untuk tenggang rasa untuk orang-orang yang belum memiliki mobil dan juga mendorong mereka untuk menggunakan transportasi publik. Saya kira bisa efektif kalau dilakukan dengan baik, jadi emisi udara berkurang," jelasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
KJP Juni 2026 Belum...
KJP Juni 2026 Belum Cair? Simak Prediksi Tanggal Pencairan dan Cara Mengurusnya
BRI Hadirkan Promo Spesial...
BRI Hadirkan Promo Spesial KKB The Elite, Bawa Pulang Kendaraan Impian dengan Banyak Keuntungan
Rekomendasi
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Berita Terkini
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Diskon Bayar PBB-P2 Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved