Sejarah Stasiun Manggarai, Pernah Disinggahi Jenderal Besar Soedirman

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 14:01 WIB
loading...
Sejarah Stasiun Manggarai,...
Suasana Stasiun Manggarai tempo dulu.Foto/heritage.kai.id/NVBS
A A A
JAKARTA - Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, merupakan salah satu stasiun tersibuk di Indonesia. Kemenhub menyatakan Stasiun Manggarai direncanakan akan menjadi stasiun sentral yang terintegrasi dengan pengembangan Kawasan Transit Oriented Development (TOD).

Pembangunan Stasiun Manggarai menjadi stasiun sentral pertama dan terbesar di Indonesia masih terus dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub.

Dikenal sebagai stasiun tersibuk di Indonesia yang melayani lebih dari 20.000 penumpang dan 616 perjalanan KRL setiap hari sebelum pandemi, Stasiun Manggarai sudah memegang peranan penting sejak zaman Hindia Belanda.

Keberadaannya menjadi saksi bisu bagi perjalanan bangsa Indonesia dari waktu ke waktu. Pembangunan Stasiun Manggarai dimulai pada tahun 1914 oleh arsitek Belanda bernama Ir. J. Van Gendt.

Stasiun ini dibangun di wilayah Manggarai yang kini masuk ke dalam kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Wilayah Manggarai sudah dikenal sejak abad-17 sebagai pasar budak asal Manggarai, Flores.

Kemudian, tempat ini berkembang menjadi sebuah perkampungan. Pada awalnya, jalur perkeretaapian di wilayah Manggarai dibangun oleh perusahaan swasta Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) dengan lintas Jakarta-Bogor.

Setelah itu, perusahaan kereta api negara Staatssporwegen (SS) mengambil alih jaringan kereta api di Jakarta pada tahun 1913. Di bawah pengoperasiannya, SS menata ulang jalur kereta api di Jakarta.

Salah satu upayanya adalah dengan membangun Stasiun Manggarai yang secara resmi beroperasi pada 1918. Selain stasiun, SS juga membangun perumahan dinas untuk pegawai SS dan sebah bengkel kereta api.

Bengkel yang beroperasi sejak 1920 itu merupakan bengkel kereta api terbesar dan termodern pada masanya. Baca: Manggarai Jadi Stasiun Sentral, Progres Pembangunan Capai 60,125 Persen

Terdapat hal yang menarik dari pembangunan Stasiun Manggarai. Pada saat diresmikan, Stasiun Manggarai belum sepenuhnya selesai. Pembangunan tiang peron yang sejatinya didesain dengan baja harus mengalami kendala karena gejolak Perang Dunia I.

Hal ini mengakibatkan kekosongan stok baja dari Eropa sehingga bahan peron diganti dengan kayu jati. Pada tahun 1925, bertepatan dengan ulang tahun ke-50 SS, Staatssporwegen mengoperasikan kereta listrik untuk yang pertama kalinya dengan lintas Jakarta-Tanjung Priok.

Di saat yang sama, bengkel kereta api Manggarai juga menyediakan bagian stellos listrik yang menangani perawatan dan perbaikan kereta listrik. Setelahnya, SS terus melakukan proyek elektrifikasi hingga stasiun Manggarai rampung pada 1 Mei 1927.
Sejarah Stasiun Manggarai, Pernah Disinggahi Jenderal Besar Soedirman

Jenderal Besar Soedirman saat singgah di Stasiun Manggarai.Foto/heritage.kai.id/Koleksi ANRI

Pada masa pergolakan pasca-proklamasi antara Belanda dan Indonesia terjadi, Stasiun Manggarai mempunyai peranan penting dalam upaya pertahanan kekuasaan. Stasiun ini menjadi tempat segala persiapan perjalanan Presiden dan Wakil Presiden dalam rangka pemindahan Ibu Kota sementara ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946.

Dalam rangka perundingan gencatan senjata di Jakarta, Jenderal Besar Soedirman juga pernah singgah di Stasiun Manggarai, tepatnya pada tahun 1946.

Perjalanan panjangnya dalam sejarah perkeretaapian Indonesia membuat stasiun ini ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang terdaftar di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dengan nomor registrasi RNCB.19990112.04.000470 berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.13/PW.007/MKP/05, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 011/M/1999 dan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 Tahun 1993.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transjakarta Modifikasi...
Transjakarta Modifikasi Jalur Sekitar Manggarai Mulai 27 Januari 2025 hingga 31 Agustus 2026, Ini Detailnya
Pasokan PDAM Mati, Warga...
Pasokan PDAM Mati, Warga Manggarai Kesulitan Cari Air Bersih
Penampakan Penumpang...
Penampakan Penumpang Menyemut di Stasiun Manggarai usai HUT TNI di Monas
Rekomendasi
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved