alexametrics

Aksi Tolak Reklamasi Teluk Benoa Terus Bergulir

loading...
Aksi Tolak Reklamasi Teluk Benoa Terus Bergulir
Aksi menolak reklamasi Teluk Benoa, Bali, terus bergulir. Minggu (7/9/2014) ini, Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI) kembali menyuarakan aspirasinya. (Foto: Puji Sukiswanti/Sindonews.com)
A+ A-
DENPASAR - Aksi menolak reklamasi Teluk Benoa, Bali, terus bergulir. Minggu (7/9/2014) ini, Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI) kembali menyuarakan aspirasinya. Di mata ForBALI, reklamasi berarti jual tanah murah.

"Estimasi mereka ketika mereklamasi Teluk Benoa, mereka hanya menghabiskan dana Rp1 miliar per are, apa namanya kalau tidak jual tanah murah?" kata Koordinator ForBALI Wayan Gendo Suardana saat orasi Tolak Reklamasi di Banjar Kedaton, Kesiman, Denpasar.

Saat ini, tanah di Teluk Benoa sudah mencapai Rp1,5 miliar per are. Apabila Teluk Benoa berhasil direklamasi, jelas sudah keuntungan yang didapat investor.



"Mereka sudah menghemat Rp500 juta, sekarang ini mereka juga mengatakan bahwa setiap warga yang akan masuk Tanjung Benoa nanti juga gratis. Itu tidak mungkin, seperti yang terjadi di Pulau Serangan, warga tidak boleh keluar masuk," paparnya.

Sambungnya, para investor hanya menanamkan modal Rp30 triliun dan mendapatkan keuntungan luar biasa, seperti mendapatkan sunset, sunrise, dan hutan mangrove.

"Tapi siapa yang akan mendapatkan dampak buruk hasil reklamasi kalau bukan kita masyarakat. Saat ini daerah Kuta, Badung, Sidakarya, ketinggian daratan hanya satu meter di atas permukaan laut, sementara mereka nanti akan membangun atau mereklamasi Teluk Benoa mencapai 6,25 meter dari permukaan laut," terang Gendo yang juga ketua Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali.

Artinya, ketika hujan terjadi yang terkena dampak banjir adalah daerah Jimbaran, Kuta, dan Denpasar. Saat ini Teluk Benoa dijadikan resapan oleh lima sungai yang ada di Badung dan Denpasar.

"Apabila terjadi reklamasi, air tidak akan memiliki resapan dan akan mencari daerah yang lebih rendah lagi. Saat ini saja Kuta sudah menjadi langganan banjir, karena tidak memiliki resapan. Jangan ada sampai kata reklamasi," tegasnya.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak