alexametrics

Dosen Bahasa Inggris Dijambret, Kerugian Rp800 Juta

loading...
Dosen Bahasa Inggris Dijambret, Kerugian Rp800 Juta
Dosen Bahasa Inggris Universitas HKBP Nomensen Medan, Sondang Manik (56), dijambret seorang pria pengendara sepeda motor matic. Kerugian diprediksi mencapai Rp800 juta. (Ilustrasi /Sindonews.com)
A+ A-
MEDAN - Aksi penjambretan kembali terjadi. Dosen Bahasa Inggris Universitas HKBP Nomensen Medan, Sondang Manik (56), dijambret seorang pria pengendara sepeda motor matic di kawasan Jalan Bima Sakti, Kecamatan Medan Petisah. Total kerugian diperkirakan Rp800 juta.

Selain kehilangan uang tunai, warga Jalan M Idris, Kecamatan Medan Petisah ini juga kehilangan sejumlah berlian dan perhiasaan. Kepada petugas di Polsekta Medan Baru, korban menceritakan peristiwa yang menimpanya.

"Aku dan anakku Thia Putri Panggabean dan Tirani Panggabean baru saja pulang dari gereja dan hendak makan siang di salah satu restoran di kawasan Jalan Bima Sakti itu," kata Sondang dengan berurai air mata, Sabtu (30/8/2014).



Seusai memarkirkan mobil Nissan Grand Livina warna silver BK 1084 ZP, ketiganya pun turun dan berjalan menuju rumah makan tersebut. Saat menyeberang jalan, tiba-tiba seorang pria yang mengendarai sepeda motor matic dan mengenakan kaos garis-garis kuning langsung merampas tas miliknya.

Korban pun berteriak rampok. Warga yang mendengar jeritan korban langsung berkerumun, sementara beberapa orang lainnya berusaha mengejar pelaku. Namun, lantaran pelaku sudah kabur terlalu jauh, beberapa orang tersebut mengurungkan niatnya.

"Semua identitasku ada di tas itu, termasuk berlian seharga ratusan juta, uang tunai Rp18 juta, 1.000 ringgit Malaysia, perhiasan emas (kalung, cincin, gelang, dan kerabu), kartu ATM (Bank Mega, Mandiri, dan BCA), KTP, kartu kredit serta flashdisk. Gimana ini, Pak," ujarnya kepada petugas.

Dia menyebutkan, sebelum menjambret, pelaku sempat memutar arah kendaraannya. Lalu mendekati korban kemudian merampas tasnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru Iptu Alex Piliang mengatakan, saat ini laporan pengaduan korban masih dalam penyelidikan.

"Laporan Pengaduan (LP) korban masih dalam proses pemeriksaan. Tetapi anggota saya sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengidentifikasi pelaku," pungkasnya.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak