KSP Indosurya Akan Akomodir Saran Kreditur Guna Capai Perdamaian

Jum'at, 03 Juli 2020 - 17:29 WIB
loading...
KSP Indosurya Akan Akomodir...
Pengelola KSP Indosurya Cipta melakukan pertemuan bersama sejumlah kreditur. Ini dilakukan dalam rangka menyelesaikan persoalan perbankan di Pengadilan Niaga Jakarta..Foto/Ilustrasi/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pengelola Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta melakukan pertemuan bersama sejumlah kreditur. Ini dilakukan dalam rangka menyelesaikan persoalan perbankan di Pengadilan Niaga Jakarta.

Pengacara KSP Indosurya, Hendra Widjaya mengatakan, sidang rapat pertemuan antara pengelola KSP Indosurya Cipta dengan sejumlah kreditur beragendakan pembahasan proposal perdamaian ditunda kembali."Agenda Senin besok untuk membahas proposal atas masukan kreditur," kata Hendra dalam siaran tertulis yang diterima SINDOnews pada Jumat (3/7/2020).

Hendra mengungkapkan, KSP Indosurya telah menyerahkan proposal perdamaian kepada sejumlah nasabah maupun kuasa kreditur dalam rangka mencapai perdamaian. Kemudian para kreditur menyampaikan masukan dan saran untuk menyempurnakan proposal penyelesaian masalah perbankan yang diajukan Indosurya sebagai debitur.

"Pihak debitur akan memberikan revisi proposal perdamaian atas masukan kreditor," ungkapnya. (Baca: Itikad Baik Pendiri Jadi Solusi Penuntasan Persoalan Koperasi Indosurya)

Hendra menegaskan, Indosurya akan mengajukan proposal terbaik berdasarkan saran dan masukan kreditur agar mencapai kesepakatan bagi kedua belah pihak. Dia melanjutkan, pihaknya telah membacakan proposal perdamaian, namun kreditur menyampaikan perbaikan untuk direvisi yang akan disampaikan pada pertemuan selanjutnya, Senin, 6 Juli 2020 mendatang.

"Kebanyakan ada yang meminta jaminan corporate guarantee dan tenor lebih dipercepat," ungkap pengacara dari tim Juniver Girsang itu. Salah satu kreditur, Hendra Nurhalim menuturkan, debitur mengundang nasabah untuk membahas skema baru yang diharapkan dapat memberikan hasil terbaik bagi kedua belah pihak.

Kreditur menyampaikan aspirasi perbaikan proposal salah satunya menitikberatkan jaminan untuk perdamaian. "Kita mau damai tapi mereka harus kasih jaminan apa, kedua kalau memang duitnya dipinjamkan keluar kita juga mau ada laporan keuangan tahun 2019 itu buat acuan kita ke depannya kita damainya oke, setuju banget masalahnya," tuturnya.

Hendra mengharapkan KSP Indosurya tidak dipailitkan dan beroperasi kembali sehingga keuangan nasabah berputar. Terkait bunga, menurut dia, jika KSP Indosurya mendapatkan untung maka bisa diberikan kepada para kreditur sehingga dapat membantu Indosurya menjalankan bisnis kembali.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Hanya Resmikan 1.061 Kopdes: Saya Suka Angka 8
Prabowo Resmikan 1.061...
Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih, Minta Pejabat yang Absen Dicatat
Kunjungi Markas Habib...
Kunjungi Markas Habib Rizieq, Menkop Ferry Juliantono Dorong Dibentuknya Koperasi Pesantren
Rekomendasi
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Infografis
27 Negara Peringatkan...
27 Negara Peringatkan Warganya, Perang Dunia III Akan Terjadi?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved