Penyuluh Pertanian Lapangan Wajib Dampingi Petani Dikampung
Jum'at, 03 Juli 2020 - 16:13 WIB
loading...
Asisten 2 setda Kabupaten Jayapura menanam padi gogo secara simbolis saat pencanangan program ketahanan pangan di Distrik Nimboran.
A
A
A
SENTANI - Dinas tanaman pangan dan hortikultura Kabupaten Jayapura, terus mendorong Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok petani yang saat ini sedang melakukan kegiatan penanaman sebagai upaya untuk ketahanan pangan di Wilayah Kabupaten Jayapura.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura, David Zakaria mengungkapkan, PPL sudah mulai tugas untuk tetap bekerja membina para petani di Kabupaten Jayapura yang terhimpun dalam kelompok-kelompok tani, meskipun dalam suasana Pandemi Covid 19.
"Hal ini sebagaimana Surat Edaran Menteri Pertanian tentang antisipasi terjadinya krisis pangan yang muncul akibat Pandemi Covid-19 dan Kekeringan yang akan terjadi pada tahun 2020. Kami, saat ini sudah mencanangkan program ketahanan pangan dengan gerakan masif melakukan penanaman palawija, umbi-umbian dan sayuran di Kampung kampung," kata David Zakaria saat ditemui wartawan di Kantor Bupati Jayapura, Rabu (1/7/2020).
Menurut David, pendampingan dari PPL bagi kelompok tani ini tidak boleh berhenti sehingga bisa diperoleh hasil produksi yang maksimal guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan pangan akibat pandemi Covid 19 ini.
“Kami juga mengharapkan warga masyarakat melakukan gerakan mengkonsumsi diversifikasi pangan terutama pangan lokal. Kita optimalkan pangan lokal kita berupa sagu dan umbi umbian. Ini harapan Menteri Perntanian agar antisipasi kelangkaan pangan atau terjadinya krisis pangan dapat kita sikapi dengan baik dan kita mampu bertahan di krisis itu,” imbuhnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura, David Zakaria mengungkapkan, PPL sudah mulai tugas untuk tetap bekerja membina para petani di Kabupaten Jayapura yang terhimpun dalam kelompok-kelompok tani, meskipun dalam suasana Pandemi Covid 19.
"Hal ini sebagaimana Surat Edaran Menteri Pertanian tentang antisipasi terjadinya krisis pangan yang muncul akibat Pandemi Covid-19 dan Kekeringan yang akan terjadi pada tahun 2020. Kami, saat ini sudah mencanangkan program ketahanan pangan dengan gerakan masif melakukan penanaman palawija, umbi-umbian dan sayuran di Kampung kampung," kata David Zakaria saat ditemui wartawan di Kantor Bupati Jayapura, Rabu (1/7/2020).
Menurut David, pendampingan dari PPL bagi kelompok tani ini tidak boleh berhenti sehingga bisa diperoleh hasil produksi yang maksimal guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan pangan akibat pandemi Covid 19 ini.
“Kami juga mengharapkan warga masyarakat melakukan gerakan mengkonsumsi diversifikasi pangan terutama pangan lokal. Kita optimalkan pangan lokal kita berupa sagu dan umbi umbian. Ini harapan Menteri Perntanian agar antisipasi kelangkaan pangan atau terjadinya krisis pangan dapat kita sikapi dengan baik dan kita mampu bertahan di krisis itu,” imbuhnya.
Lihat Juga :