Kasus Santri Tewas, Keluarga Korban Batal Laporkan Ponpes Gontor ke Polisi

Jum'at, 16 September 2022 - 09:29 WIB
loading...
Kasus Santri Tewas,...
Rencana melaporkan Ponpes Gontor ke polisi akhirnya diurung. Hal ini dikemukakan pengacara keluarga korban santri AM (17), Titis Rachmawati. Alasannya, karena kurang dasar hukum jika dilaporkan. Foto tangkapan layar
A A A
PONOROGO - Rencana melaporkan Ponpes Gontor ke polisi akhirnya iurung. Hal ini dikemukakan pengacara keluarga korban santri AM (17), Titis Rachmawati. Alasannya, menurut Titis, karena kurang dasar hukum jika dilaporkan.

"Jadi kita setelah komunikasi dengan klien kami di Palembang. Saat ini kita putuskan tidak akan melaporkan pihak Ponpes karena menurut kami itu adalah suatu miss atau kesalahpahaman ibaratnya, komunikasi antara pihak keluarga dengan pihak ponpes gitu," beber Titis. Baca juga: Terungkap! Santri Gontor Meninggal di Pesantren Bukan di Rumah Sakit



Titis mengatakan setelah diamati, kasus ini terjadi karena kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi antara pihak Ponpes Gontor dengan keluarga korban. "Setelah kita mengambil rekam medik dari pihak Rumah Sakit Yasyfin Darussalam Gontor, otomatis kan itu wilayah mereka. Jadi kita sowan ke sana," kata Titis, Jumat, (16/9/2022).

Titis menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim juga melihat seluruh kegiatan Ponpes hingga ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta bertemu dengan beberapa santri . Sambil melakukan pengamatan, Titis juga berkali-kali berkomunikasi dengan ibu AM di Palembang via telepon.

Lanjut Titis, pihaknya akan mengedepankan jalur mediasi. Sedangkan dua tersangka, saat ini sudah berada di jalur hukum dan diterapkan juga UU anak. "Kita juga akan membantu, mereka adalah anak-anak yang masih punya masa depan," imbuh Titis.

Titis menambahkan selama kasus ini bergulir, pihak keluarga korban maupun dirinya belum pernah ke Ponpes Gontor. Alhasil, banyak miskomunikasi setelah disampaikan dan melihat fakta secara langsung.

"Maka kami yang justru merasa miss gitu. Sebenarnya tidak ada hal-hal yang ditutupi dan tidak ada hal-hal yang membuat Ponpes lalai," papar Titis. Baca juga: Kasus Santri Gontor, Pemprov Sumsel Bakal Beri Pendampingan Hukum Keluarga Korban

Terkait surat kematian, kata Titis, menurut pihak Gontor, ketika dokter datang menerima kondisi jenazah korban kemudian membuat surat kematian untuk dibawa perjalanan jenazah ke Palembang. Dokter pun saat itu tidak melakukan visum. "Jadi tidak ada niat si ponpes maupun rumah sakit untuk memanipulasi seperti itu," tukas Titis.

Ditanya soal komunikasi antara Soimah ibu korban dengan pihak Ponpes Gontor, Titis menerangkan saat itu Soimah berkomunikasi dengan pihak Gontor melalui orang lain. Mungkin dengan melalui orang lain, penyampaiannya jadi kurang tepat. "Jadi penyampaiannya kurang tepat, ada miss. Kita disini meluruskan semua gitu," ungkap Titis.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peringatan 100 Tahun...
Peringatan 100 Tahun Gontor, Ribuan Santri dan Alumni Berkumpul di Tugu Monas
Polisi Bentuk Tim, Buru...
Polisi Bentuk Tim, Buru Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Santri Ponpes Gontor
Autopsi Jenazah Santri...
Autopsi Jenazah Santri Gontor yang Tewas Diduga Jadi Korban Penganiayaan
Rekomendasi
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved