Miris! Siswa SDN Sukadaya Bekasi Bertahun-tahun Belajar di Ruang Kelas Berlubang
Kamis, 25 Agustus 2022 - 18:42 WIB
loading...
Ratusan siswa di SDN 02 Sukadaya, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, harus belajar di ruang kelas berlubang selama lima tahun terakhir. Foto/Istimewa
A
A
A
BEKASI - Miris, ratusan siswa yang mengenyam pendidikan di SDN 02 Sukadaya, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, harus belajar di ruang kelas yang atap plafonnya berlubang. Selama 5 tahun terakhir belum ada perbaikan dari pemerintah.
”Bahwa rusaknya plafon dan atap sekolah telah terjadi sejak bertahun-tahun lalu tanpa adanya perhatian dari Pemkab Bekasi, Kurang lebih sudah lima tahun,” kata seorang guru yang enggan disebutkan namanya, Kamis (25/8/2022). Baca juga: 2023, Kabupaten Bekasi Perbaiki 120 Titik Sekolah Rusak
Plafon dan atap yang rusak terjadi di enam kelas. Bahkan siswa kelas satu harus rela duduk di lantai lantaran keterbatasan fasilitas.”Semua kelas atasnya berlubang, dari kelas I sampai VI, jumlah siswa total ada 300, kalau kelas I ada 22 siswa duduk di lantai,” tuturnya.
Disaat hujan melanda di wilayah tersebut, para siswa harus diliburkan. Mereka tak bisa belajar lantaran air hujan masuk ke setiap kelas dari atap-atap yang berlubang. Tak hanya itu, para siswa harus melepas sepatunya dikarenakan terkadang kondisi lantai sangat licin.
![Miris! Siswa SDN Sukadaya Bekasi Bertahun-tahun Belajar di Ruang Kelas Berlubang]()
Kepala SDN 02 Sukadaya, Eko Susanto mengatakan pemerintah daerah telah meninjau ke lokasi sekolah tersebut untuk merencanakan pembangunan gedung baru. ”Kemarin dari pemerintah sudah datang. Bappeda juga berencana mau ke sini untuk ukur lahan,” kata Eko.
”Bahwa rusaknya plafon dan atap sekolah telah terjadi sejak bertahun-tahun lalu tanpa adanya perhatian dari Pemkab Bekasi, Kurang lebih sudah lima tahun,” kata seorang guru yang enggan disebutkan namanya, Kamis (25/8/2022). Baca juga: 2023, Kabupaten Bekasi Perbaiki 120 Titik Sekolah Rusak
Plafon dan atap yang rusak terjadi di enam kelas. Bahkan siswa kelas satu harus rela duduk di lantai lantaran keterbatasan fasilitas.”Semua kelas atasnya berlubang, dari kelas I sampai VI, jumlah siswa total ada 300, kalau kelas I ada 22 siswa duduk di lantai,” tuturnya.
Disaat hujan melanda di wilayah tersebut, para siswa harus diliburkan. Mereka tak bisa belajar lantaran air hujan masuk ke setiap kelas dari atap-atap yang berlubang. Tak hanya itu, para siswa harus melepas sepatunya dikarenakan terkadang kondisi lantai sangat licin.

Kepala SDN 02 Sukadaya, Eko Susanto mengatakan pemerintah daerah telah meninjau ke lokasi sekolah tersebut untuk merencanakan pembangunan gedung baru. ”Kemarin dari pemerintah sudah datang. Bappeda juga berencana mau ke sini untuk ukur lahan,” kata Eko.
Lihat Juga :