Festival Danau Tempe 2022 Curi Perhatian Wisatawan Domestik dan Mancanegara
Selasa, 23 Agustus 2022 - 19:14 WIB
loading...
Festival Danau Tempe (FDT) 2022 digelar di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (23/8/2022). Foto/SINDOnews/Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Festival Danau Tempe (FDT) 2022 digelar di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (23/8/2022). Event tahunan itu berhasil mencuri perhatian wisatawan lokal, domestik dan mancanegara.
Sejumlah lomba digelar dalam FDT 2022 . Di antaranya yakni lomba perahu mesin dan lomba perahu dayung, masing-masing untuk umum.
Baca Juga: Festival Danau Tempe Akhirnya Digelar Setelah Vakum Akibat Pandemi
Selain itu, ada juga lomba perahu hias untuk perangkat daerah, BUMN/BUMD, perguruan tinggi, dan lembaga atau organisasi lainnya. Bahkan, tahun ini panitia menambahkan lomba perahu dayung perempuan dan lomba perahu dayung anak-anak.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Wajo, Dahniar Gaffar, menyampaikan ada beberapa rangkaian acara untuk memeriahkan FDT tahun ini.
"Pada hari Senin tanggal 22 Agustus 2022 kemarin kita gelar lomba mancing di pinggiran Sungai Padduppa atau Sungai Walannae. Lomba mancing ini terbuka untuk umum," ujarnya kepada SINDOnews, Selasa (23/8/2022).
Dahniar mengungkapkan, hari ini merupakan puncak FDT 2022 yang seremoninya digelar di TPI 45. Selain perlombaan yang dilakukan di Danau Tempe , ada juga lomba menyanyi lagu bugis dan lomba kuliner yang di adakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Callaccu.
Bahkan pada malam harinya dilanjutkan dengan penampilan fashion show sutera dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kabupaten Wajo.
"Hari ini merupakan puncak FDT. Seluruh pemenang lomba malam ini akan menerima hadiah dan seperti kita lihat bersama FDT banyak disaksikan wisatawan," katanya
Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengatakan FDT merupakan agenda akbar yang telah masuk kalender event nasional. FDT sekaligus menjadi ajang untuk mempromosikan potensi wisata Bumi Lamaddukelleng.
Selain masuk dalam destinasi wisata, Danau Tempe juga mempunyi peran tiga dimensi, yaitu potensi Perikanan, Pertanian dan Pariwisata.
"Danau Tempe dikenal dulu dengan mangkok ikannya Nusantara. Tahun 1950-an, Danau Tempe dapat memproduksi ikan 50.000 ton per tahun. Tetapi, semakin hari terjadi sedimentasi dan ikan semakin punah. Alhamdulillah, melalui Kementerian PUPR terus dilakukan revitalisasi," jelasnya
Untuk potensi pertanian, ada lima kecamatan pesisir yang memanfaatkan air Danau Tempe untuk pertanian. Ada 800 ribu ton beras yang berhasil dihasilkan dari persawahan yang di Kabupaten Wajo
Artinya Kabupaten Wajo mampu memberikan sumbangsih ketahanan pangan nasional dengan mengekspor beras ke Jawa, Kalimantan, dan Papua, serta daerah lainnya
"Alhamdulillah, air yang ada di Danau Tempe memberikan kontribusi ke persawahan untuk menjadikan Wajo lumbung padi. Kita sudah mencapai 800 ribu ton dan sekarang kita kerja keras untuk mencapai 1 juta ton," ungkapnya
Olehnya itu, Amran berharap agar sektor pariwisata dapat menjadi magnet dan memberikan multiplier effect untuk sektor perekonomian lainnya, termasuk UMKM.
FDT 2022 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi menjadi upaya menggerakkan perekonomian dan pengembangan UMKM Wajo. "Kita juga berharap ini menjadi upaya promosi wisata dan potensi Kabupaten Wajo serta menjadi hiburan bagi masyarakat," harapnya.
Deputi Bidang Penyelenggaraan Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf RI, Rizki Handayani Mustafa, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Wajo , Pemprov Sulsel, serta kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi untuk berupaya memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Wajo, salah satunya melalui penyelenggaraan event FDT 2022.
Rizki mengatakan gelaran FDT merupakan salah satu langkah strategis untuk mempromosikan keindahan Danau Tempe sekaligus menjadi sarana bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan beraneka ragam produknya.
"Kami yakin dapat memberikan multiplier effect bagi industri parekraf di Wajo yang berujung pada meningkatnya ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya di Provinsi Sulawesi Selatan," ucapnya.
Baca Juga: Pemkab Wajo Terus Kembangkan Potensi Danau Tempe
Selain memiliki potensi wisata Danau Tempe yang merupakan danau terluas kedua di Sulawesi, Wajo juga terkenal dengan sebutan Kota Sutera. Hal ini diharapkan mampu menjadikan Wajo sebagai destinasi pariwisata yang unggul.
"Kiranya melalui pelaksanaan kegiatan hari ini, dapat menjadi wadah bagi kita semua untuk bersama-sama membangun kolaborasi, menciptakan inovasi, dan beradaptasi dalam meraih kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia," pungkasnya
Sejumlah lomba digelar dalam FDT 2022 . Di antaranya yakni lomba perahu mesin dan lomba perahu dayung, masing-masing untuk umum.
Baca Juga: Festival Danau Tempe Akhirnya Digelar Setelah Vakum Akibat Pandemi
Selain itu, ada juga lomba perahu hias untuk perangkat daerah, BUMN/BUMD, perguruan tinggi, dan lembaga atau organisasi lainnya. Bahkan, tahun ini panitia menambahkan lomba perahu dayung perempuan dan lomba perahu dayung anak-anak.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Wajo, Dahniar Gaffar, menyampaikan ada beberapa rangkaian acara untuk memeriahkan FDT tahun ini.
"Pada hari Senin tanggal 22 Agustus 2022 kemarin kita gelar lomba mancing di pinggiran Sungai Padduppa atau Sungai Walannae. Lomba mancing ini terbuka untuk umum," ujarnya kepada SINDOnews, Selasa (23/8/2022).
Dahniar mengungkapkan, hari ini merupakan puncak FDT 2022 yang seremoninya digelar di TPI 45. Selain perlombaan yang dilakukan di Danau Tempe , ada juga lomba menyanyi lagu bugis dan lomba kuliner yang di adakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Callaccu.
Bahkan pada malam harinya dilanjutkan dengan penampilan fashion show sutera dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kabupaten Wajo.
"Hari ini merupakan puncak FDT. Seluruh pemenang lomba malam ini akan menerima hadiah dan seperti kita lihat bersama FDT banyak disaksikan wisatawan," katanya
Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengatakan FDT merupakan agenda akbar yang telah masuk kalender event nasional. FDT sekaligus menjadi ajang untuk mempromosikan potensi wisata Bumi Lamaddukelleng.
Selain masuk dalam destinasi wisata, Danau Tempe juga mempunyi peran tiga dimensi, yaitu potensi Perikanan, Pertanian dan Pariwisata.
"Danau Tempe dikenal dulu dengan mangkok ikannya Nusantara. Tahun 1950-an, Danau Tempe dapat memproduksi ikan 50.000 ton per tahun. Tetapi, semakin hari terjadi sedimentasi dan ikan semakin punah. Alhamdulillah, melalui Kementerian PUPR terus dilakukan revitalisasi," jelasnya
Untuk potensi pertanian, ada lima kecamatan pesisir yang memanfaatkan air Danau Tempe untuk pertanian. Ada 800 ribu ton beras yang berhasil dihasilkan dari persawahan yang di Kabupaten Wajo
Artinya Kabupaten Wajo mampu memberikan sumbangsih ketahanan pangan nasional dengan mengekspor beras ke Jawa, Kalimantan, dan Papua, serta daerah lainnya
"Alhamdulillah, air yang ada di Danau Tempe memberikan kontribusi ke persawahan untuk menjadikan Wajo lumbung padi. Kita sudah mencapai 800 ribu ton dan sekarang kita kerja keras untuk mencapai 1 juta ton," ungkapnya
Olehnya itu, Amran berharap agar sektor pariwisata dapat menjadi magnet dan memberikan multiplier effect untuk sektor perekonomian lainnya, termasuk UMKM.
FDT 2022 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi menjadi upaya menggerakkan perekonomian dan pengembangan UMKM Wajo. "Kita juga berharap ini menjadi upaya promosi wisata dan potensi Kabupaten Wajo serta menjadi hiburan bagi masyarakat," harapnya.
Deputi Bidang Penyelenggaraan Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf RI, Rizki Handayani Mustafa, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Wajo , Pemprov Sulsel, serta kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi untuk berupaya memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Wajo, salah satunya melalui penyelenggaraan event FDT 2022.
Rizki mengatakan gelaran FDT merupakan salah satu langkah strategis untuk mempromosikan keindahan Danau Tempe sekaligus menjadi sarana bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan beraneka ragam produknya.
"Kami yakin dapat memberikan multiplier effect bagi industri parekraf di Wajo yang berujung pada meningkatnya ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya di Provinsi Sulawesi Selatan," ucapnya.
Baca Juga: Pemkab Wajo Terus Kembangkan Potensi Danau Tempe
Selain memiliki potensi wisata Danau Tempe yang merupakan danau terluas kedua di Sulawesi, Wajo juga terkenal dengan sebutan Kota Sutera. Hal ini diharapkan mampu menjadikan Wajo sebagai destinasi pariwisata yang unggul.
"Kiranya melalui pelaksanaan kegiatan hari ini, dapat menjadi wadah bagi kita semua untuk bersama-sama membangun kolaborasi, menciptakan inovasi, dan beradaptasi dalam meraih kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia," pungkasnya
(tri)
Lihat Juga :