Kondisi Jalur Sepeda di Jakarta Pusat Masih Perlu Perhatian

Selasa, 30 Juni 2020 - 21:56 WIB
loading...
Kondisi Jalur Sepeda...
Tren bersepeda di Jakarta terus meningkat setelah era New Normal. Meskipun begitu beberapa jalur sepeda perlu diperhatikan. SINDOnews/ Komaruddin Bagja Arjawinangun
A A A
JAKARTA - Tren bersepeda di Jakarta terus meningkat setelah era New Normal. Apalagi pada kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), pengguna moda transportasi ramah lingkungan itu kian memenuhi jalanan Ibu Kota.

Meskipun begitu beberapa jalur sepeda perlu diperhatikan. Baik tampilannya maupun sterilisasi sekitar jalur. Pantauan SINDOnews, jalur sepeda di Jalan Proklamasi dari arah Jalan Pramuka itu terputus di depan kantor DPP Demokrat.

Jalur sepeda kembali muncul di Jalan Cikini depan stasiun Cikini. Kondisi tersebut membingungkan para pesepeda yang hendak menuju ke arah Monas. Sedangkan jalur sepeda di Jalan Diponegoro menuju ke Bundaran HI kondisinya baik.

Berbeda dengan kondisi jalur sepeda di depan Balai Kota. Di samping jalur itu setiap pagi dan sore jam pulang kerja selalu ramai dengan transportasi seperti ojek online dan bus Transjakarta yang mengangkut para ASN DKI. (Baca juga; Jumlah Pesepeda Meningkat, DKI Fokus Bangun Jalur Sepeda Sementara di Sudirman-Thamrin)

Dari Balai Kota sampai ke Kementerian BUMN nampak antrean bajaj, ojek online dan kendaraan pribadi. Bahkan, jalur sepeda tersebut nampak seperti tak berguna. Karena cukup sedikit warga yang bekerja dengan menggunakan sepeda.

Salah satu pesepeda bernama Aulia meminta Pemprov DKI memberikan contoh baik dalam sterilisasi jalur sepeda. "Itu kan depan Balkot (Balai Kota) ya harusnya bisa ditertibkan itu orang yang naik turun di sana. Para pesepeda jadi kesulitan mau masuk jalurnya," keluh Aulia di Jalan Merdeka Selatan, Selasa (30/6/2020).

Saat disinggung soal adanya rencana pemerintah memberlakukan pajak kepada pesepeda, dia pun menolak keras. "Ngapain coba sepeda dipajekin. Jalurnya masih sedikit. Keamanan belum terjamin. Mending diperbaiki dulu aja," imbaunya. (Baca juga; Diisukan Bakal Kena Pajak, Pesepeda: Jangan Gila Dong! )

Berbeda dengan Aulia, Suyatno memilih untuk menerima aturan pajak sepeda. Dia beranggapan setiap aturan yang dibuat merupakan keputusan terbaik. "Kalau saya sepeda dipajakin setuju saja. Kita kan warga negara yang baik. Pasti mereka sudah memikirkan masak-masak aturan itu," tutup Suyatno.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Potret Transportasi...
Potret Transportasi Tradisional untuk Menyeberangi Sungai Cisadane
Cetak Sejarah, Jakarta...
Cetak Sejarah, Jakarta Pro Cycling Team Kuasai Tour de Algerie 2026
MPMRent Perkuat Green...
MPMRent Perkuat Green Mobility lewat Layanan Transportasi Terintegrasi
Rekomendasi
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Berita Terkini
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved