Siswa di Bone Viral Dikeluarkan dari Gerak Jalan Gegara Baju Kekuningan
Minggu, 21 Agustus 2022 - 04:33 WIB
loading...
Ikbal menyaksikan teman-temannya dari tepi jalan usai dikeluarkan dari barisan hanya gara-gara baju yang kusam. Foto: Istimewa
A
A
A
BONE - Ikbal, 11 tahun, siswa SD 233 Mattampa Walie, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, viral di media sosial. Ikbal viral lantaran dikeluarkan dari barisan gerak jalan lantaran bajunya kusam kekuningan.
Ikbal yang masih duduk di bangku kelas V SD Negeri 233 Mattampa Walie akhirnya gagal mengikuti gerak jalan indah antar kecamatan Mare, Kabupaten Bone, 17 Agustus lalu.
Baca juga: Farel Prayoga Disambut Meriah saat Pulang ke Kampung Halaman
Andi Alwi selaku orang tua Ikbal membenarkan hal tersebut. Dia mengaku sangat menyesalkan kejadian yang menimpa putranya.
“Seandainya ditampar, mungkin sakitnya sudah hilang, tapi ini kekecewan jadi sakitnya mendalam,” kata Alwi saat ditemui di rumahnya di Desa Mattampa Walie, Sabtu (20/8/2022).
Dia menambahkan, anaknya Ikbal saat di lokasi telah menjelaskan ke dirinya bahwa dia dikelurakan karena seragam sekolahnya sudah kusam berwarna kekuningan.
"Jadi waktu itu anak saya datang cerita, saya dikasih keluar karena baju ini," kata Alwi.
Baca juga: Skandal Pesta Liar PM Cantik Finlandia: Sanna Marin Duduk di Pangkuan Dua Pria
Alwi sangat kecewa saat anaknya tidak ikut gerak jalan karena bajunya berwarna kekuningan. Padahal anaknya sudah ikut latihansetiap hari sekitar sebulan sebelum lomba gerak jalan.
"Yang saya kecewakan kenapa di lapangan baru dikeluarkan, anakku menangis,"sebutnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SD 233 Mattampa Walie, Kecamatan Mare, Rostina menuturkan, siswa yang dikeluarkan dari barisan gerak jalan hanya bukan karena persoalan seragamnya.
Kata dia, persoalan tersebut hanya persoalan miskomunikasi antara orang tua dan pihak sekolah.
Baca juga: Anggota Paskibra Joget Tak Senonoh di Bawah Tiang Bendera, Ini Penjelasan Camat Cabangbungin
"Gurunya baru mengatur untuk berbaris, tapi begitu diatur ini katanya anak disuruh dulu mundur dari gurunya. Ternyata mamanya salah paham dia anggap anaknya dikeluarkan," kata Rostina.
"Seandainya dikeluarkan gara-gara baju dikeluarkan memang mi dari kemarin-kemarinnya dan tidak diikutkan mi latihan. Jadi hanya miskomunikasi antara orang tua dan gurunya," katanya.
Ikbal yang masih duduk di bangku kelas V SD Negeri 233 Mattampa Walie akhirnya gagal mengikuti gerak jalan indah antar kecamatan Mare, Kabupaten Bone, 17 Agustus lalu.
Baca juga: Farel Prayoga Disambut Meriah saat Pulang ke Kampung Halaman
Andi Alwi selaku orang tua Ikbal membenarkan hal tersebut. Dia mengaku sangat menyesalkan kejadian yang menimpa putranya.
“Seandainya ditampar, mungkin sakitnya sudah hilang, tapi ini kekecewan jadi sakitnya mendalam,” kata Alwi saat ditemui di rumahnya di Desa Mattampa Walie, Sabtu (20/8/2022).
Dia menambahkan, anaknya Ikbal saat di lokasi telah menjelaskan ke dirinya bahwa dia dikelurakan karena seragam sekolahnya sudah kusam berwarna kekuningan.
"Jadi waktu itu anak saya datang cerita, saya dikasih keluar karena baju ini," kata Alwi.
Baca juga: Skandal Pesta Liar PM Cantik Finlandia: Sanna Marin Duduk di Pangkuan Dua Pria
Alwi sangat kecewa saat anaknya tidak ikut gerak jalan karena bajunya berwarna kekuningan. Padahal anaknya sudah ikut latihansetiap hari sekitar sebulan sebelum lomba gerak jalan.
"Yang saya kecewakan kenapa di lapangan baru dikeluarkan, anakku menangis,"sebutnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SD 233 Mattampa Walie, Kecamatan Mare, Rostina menuturkan, siswa yang dikeluarkan dari barisan gerak jalan hanya bukan karena persoalan seragamnya.
Kata dia, persoalan tersebut hanya persoalan miskomunikasi antara orang tua dan pihak sekolah.
Baca juga: Anggota Paskibra Joget Tak Senonoh di Bawah Tiang Bendera, Ini Penjelasan Camat Cabangbungin
"Gurunya baru mengatur untuk berbaris, tapi begitu diatur ini katanya anak disuruh dulu mundur dari gurunya. Ternyata mamanya salah paham dia anggap anaknya dikeluarkan," kata Rostina.
"Seandainya dikeluarkan gara-gara baju dikeluarkan memang mi dari kemarin-kemarinnya dan tidak diikutkan mi latihan. Jadi hanya miskomunikasi antara orang tua dan gurunya," katanya.
(luq)
Lihat Juga :