Kebakaran Dahsyat Tambora 6 Tewas, Korban Selamat: Habis Barang Saya Termasuk KTP
Rabu, 17 Agustus 2022 - 16:32 WIB
loading...
Kebakaran dahsyat indekos di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (17/8/2022) menewaskan 6 orang. Foto: MPI/Dimas Choirul
A
A
A
JAKARTA - Kebakaran dahsyat indekos di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (17/8/2022) menewaskan 6 orang. Adapun korban selamat mengucapkan syukur bisa menyelamatkan diri meski barang-barangnya ludes terbakar termasuk KTP.
Mudira (32), penghuni indekos 4 lantai itu mengaku sempat mencium aroma kabel terbakar dan mendengar teriakan korban meminta tolong. "Teriakannya dari samping. Yang ngekos. Cowok dua kali," ujarnya, Rabu (17/8/2022).
Baca juga: Kronologi Kebakaran Indekos di Tambora yang Tewaskan 6 Orang Penghuni
Dia langsung keluar untuk menyelamatkan diri meninggalkan barang-barang miliknya di kamar. "Saya juga nggak tahu asal mulanya. Bau angus langsung bangun. Nggak tahu apa-apa lagi. Langsung ke bawah. Habis semua barang saya sama KTP," kata Mudira.
Saksi lainnya bernama Herdi (30) menceritakan detik-detik kronologi kebakaran. Saat itu, dia terbangun dari tidurnya mendengar suara gemuruh warga.
"Saya masih tidur pagi tadi. Di sini banyak suara yang teriak-teriakan. Teman yang pertama dengar di kamar," kata Herdi.
Mudira (32), penghuni indekos 4 lantai itu mengaku sempat mencium aroma kabel terbakar dan mendengar teriakan korban meminta tolong. "Teriakannya dari samping. Yang ngekos. Cowok dua kali," ujarnya, Rabu (17/8/2022).
Baca juga: Kronologi Kebakaran Indekos di Tambora yang Tewaskan 6 Orang Penghuni
Dia langsung keluar untuk menyelamatkan diri meninggalkan barang-barang miliknya di kamar. "Saya juga nggak tahu asal mulanya. Bau angus langsung bangun. Nggak tahu apa-apa lagi. Langsung ke bawah. Habis semua barang saya sama KTP," kata Mudira.
Saksi lainnya bernama Herdi (30) menceritakan detik-detik kronologi kebakaran. Saat itu, dia terbangun dari tidurnya mendengar suara gemuruh warga.
"Saya masih tidur pagi tadi. Di sini banyak suara yang teriak-teriakan. Teman yang pertama dengar di kamar," kata Herdi.
Lihat Juga :