Daya Beli Nelayan di Jawa Timur Naik 1,22 Persen Pada Juli 2022, Ini Penyebabnya

Senin, 08 Agustus 2022 - 19:06 WIB
loading...
Daya Beli Nelayan di...
Daya beli nelayan di Jawa Timur naik 1,22 persen pada Juli 2022.Foto/ilustrasi
A A A
SURABAYA - Nilai Tukar Nelayan (NTN) atau daya beli nelayan Jawa Timur (Jatim) bulan Juli 2022 naik 1,22 persen. Dari 103,84 di bulan Juni 2022 menjadi 105,10 di bulan Juli 2022. Kenaikan ini disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan naik 1,57 persen. Sedangkan indeks harga yang dibayar hanya naik 0,35 persen.

Perkembangan NTN bulan Juli 2022 terhadap bulan Desember 2021 (tahun kalender) naik sebesar 2,42 persen. Adapun perkembangan NTN bulan Juli 2022 terhadap Juli 2021 (year on year) naik sebesar 3,19 persen. NTN merupakan salah satu indikator untuk melihat daya beli nelayan. NTN juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk perikanan tangkap dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Baca juga: Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Year On Year di Atas Rata-Rata Nasional

"Indeks harga yang diterima nelayan pada bulan Juli 2022 dibanding bulan Juni 2022 naik 1,57 persen. Dari 115,74 di bulan Juni 2022 menjadi 117,56 di bulan Juli 2022," kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Umar Sjaifudin dalam rilisnya, Senin (8/8/2022).

Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan tongkol, ikan layang, cumi-cumi, ikan layur, ikan tenggiri, ikan cakalang, ikan teri, ikan selar, ikan kuniran, dan ikan lemuru. Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah rajungan, ikan kakap, ikan kurisi, ikan kembung, udang laut, ikan belanak, lobster, ikan gabus. "'Lalu ikan gulamah, dan kepiting laut," terang Umar.

Sementara itu, indeks harga yang dibayar nelayan pada bulan Juli 2022 dibanding bulan Juni 2022 naik sebesar 0,35 persen. Dari 111,47 menjadi 111,85. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,78 persen dan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,06 persen.

Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, rokok kretek filter, tomat sayur, cabai rawit, ikan layang, telur ayam ras, ketimun, dan mie instant. Adapun komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah minyak goreng, beras, gula pasir, sawi hijau, terung, bayam, jeruk, bawang putih, kelapa tua, dan jahe
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bantu Warga Urus Sertifikat,...
Bantu Warga Urus Sertifikat, 40 Kantor Pertahanan di Jatim Tetap Beroperasi saat Lebaran
Kepala BSKDN Ajak ASN...
Kepala BSKDN Ajak ASN Jatim Bangun Kebijakan Berdampak Berbasis SDM dan Digital
Pelaku Usaha IHT Madura...
Pelaku Usaha IHT Madura Minta Pemerintah Pusat Lakukan Pembinaan
Santri Pesantren Teknologi...
Santri Pesantren Teknologi Majapahit Juara 1 JYCC 2025, Temukan Inovasi Deteksi Autisme
Cetak Inovator Birokrasi...
Cetak Inovator Birokrasi Indonesia, LAN dan Pemprov Jatim Gelar ASN LIFT Expo 2025,
Ekonomi Jatim Triwulan...
Ekonomi Jatim Triwulan III 2025 Tumbuh Tertinggi 1,70%, Khofifah: Bukti Soliditas Semua Pihak
Dihadirkan KPK, Khofifah...
Dihadirkan KPK, Khofifah Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hibah Dana Jatim pada Kamis Ini
LAN Sebut Indek Kualitas...
LAN Sebut Indek Kualitas Kebijakan 2025 Lampaui Target Nasional
Kasus Dana Hibah, Mantan...
Kasus Dana Hibah, Mantan Ketua DPRD Jatim Diduga Kecipratan Rp32,2 Miliar
Rekomendasi
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Hasil Prancis vs Senegal:...
Hasil Prancis vs Senegal: Skor 3-1, Dendam 2002 Lunas
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
26 Perwira Dimutasi...
26 Perwira Dimutasi Jadi Kapolres di Pulau Jawa pada Mutasi Juni 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved