Puluhan Desa di Gowa Ditarget Jadi Destinasi Wisata di Tahun 2023
Kamis, 04 Agustus 2022 - 15:02 WIB
loading...
Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno saat berkunjung ke objek wisata Bantimurung Gallang, di Gowa. Foto: Istimewa
A
A
A
GOWA - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gowa menargetkan setengah dari 121 desa, mendapat predikat sebagai wilayah destinasi atau desa wisata pada 2023.
"Kita targetkan di 2023 setengah dari jumlah desa di Kabupaten Gowa atau sebanyak 60-an desa itu sudah bisa menjadi desa wisata ," kata Kepala Disparbud Gowa, Tenriwati Tahrir, Kamis (4/8/2022).
Baca juga:Tiga Peraturan Daerah Disahkan, Desa Punya Ruang Kembangkan Pariwisata
Ia menyebutkan, saat ini sudah ada 15 desa wisata di Kabupaten Gowa. Antara lain, Desa Bissoloro di Kecamatan Bungaya yang menawarkan wisata hutan pinus. Desa Pao di Kecamatan Tombolo Pao menawarkan wisata Bantimurung Gallang. Desa Manuju di Kecamatan Manuju menawarkan wisata Air Terjun Lembah Karaeng.
Selanjutnya Desa Biringala di Kecamatan Barombong menawarkan Kampung Kareba Biringala, Desa Tamalate di Kecamatan Manuju menawarkan wisata Air Terjun Cinta. Desa Bilalang di Kecamatan Manuju menawarkan wisata Air Terjun Bokobili.
Ada juga Desa Palantikang di Kecamatan Patalassang menyajikan wisata Kalaborang Rumah Hijau, Desa Pakatto di Kecamatan Bontomarannu menawarkan wisata Tangga Refleksi Toppa, Desa Tanete di Kecamatan Tompobulu menawarkan wisata Lembah Wisata Tanete Masere Indah.
"Ada juga Kelurahan Bontolerung di Kecamatan Tinggimoncong menawarkan wisata Langit Topidi, Desa Ulujangang di Kecamatan Bontolempangang menawarkan Wisata Batu Putih dan Desa Belapunranga di Kecamatan Parangloe menawarkan wisata Air Terjun Batu Manrusu," jelas Tenri.
Baca juga:Dua Desa di Gowa Diharap Tembus Tiga Besar Desa Wisata di Indonesia
Kemudian empat desa lainnya yakni Desa Jenetallasa di Kecamatan Palangga yang menawarkan wisata Kampung Rewako Jenetallasa, Desa Parigi di Kecamatan Tinggimoncong menawarkan wisata Air Terjun Singgasana Balang Malino, dan Desa Paraikatte di Kecamatan Bajeng yang menawarkan Desa Wisata Paraikatte Impian Lestari.
Mantan Kepala Bagian Umum Sekretaris Kabupaten Gowa ini mengungkapkan, seluruh desa wisata yang ada juga diharapkan mampu mendapatkan predikat sebagai Desa Wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Ia mencatat, saat ini dari 15 desa wisata yang ada, dua di antaranya sudah masuk sebagai 300 desa wisata secara nasional. Antara lain Desa Manuju di 2021 dan Desa Biringala di 2022. Capaian tersebut akan didorong agar bagaimana kedua desa wisata ini bisa masuk 50 besar, dan selanjutnya masuk 10 besar, dan terakhir di tingkatkan tiga besar.
"Kita sangat berharap desa wisata yang sudah sampai ketahap ini mampu terus maju dan berkembang. Sebab kriteria menjadi desa wisata ini memang dimulai dari tahap desa wisata rintisan, desa wisata berkembang, maju dan mandiri," terangnya.
Tak hanya itu, Disparbud Gowa optimis dengan melihat potensi-potensi wisata di 121 desa yang ada desa di Kabupaten Gowa mampu mendorong terciptanya pariwisata bertaraf internasional. Hanya memang ada beberapa catatan yang perlu dibenahi dan mendapat dukungan dari pengelolaan desa wisata.
Baca juga:Dorong Kemajuan Pariwisata, Menparekraf Sandiaga Uno Kunjungi Desa Wisata Budo
Misalnya, memenuhi standar kualifikasi hal basis seperti kebersihan, keamanan dan kenyamanan. Serta lingkungannya memiliki budaya keramah-tamahan (hospitality) yang tinggi, serta memiliki rasa melayani (sense of service) yang tinggi, dibarengi dengan sistem atau standar operasional prosedur (SOP) yang bermutu.
"Ini sementara kita dampingi juga. Termasuk membangun kolaborasi dengan instansi terkait seperti Dinas PUPR untuk menyiapkan aksesibilitas, DLH untuk melakukan pengawasan kebersihan lingkungan dan Dinas Perizinan untuk izin usahanya," tutup Tenriwati Tahrir.
"Kita targetkan di 2023 setengah dari jumlah desa di Kabupaten Gowa atau sebanyak 60-an desa itu sudah bisa menjadi desa wisata ," kata Kepala Disparbud Gowa, Tenriwati Tahrir, Kamis (4/8/2022).
Baca juga:Tiga Peraturan Daerah Disahkan, Desa Punya Ruang Kembangkan Pariwisata
Ia menyebutkan, saat ini sudah ada 15 desa wisata di Kabupaten Gowa. Antara lain, Desa Bissoloro di Kecamatan Bungaya yang menawarkan wisata hutan pinus. Desa Pao di Kecamatan Tombolo Pao menawarkan wisata Bantimurung Gallang. Desa Manuju di Kecamatan Manuju menawarkan wisata Air Terjun Lembah Karaeng.
Selanjutnya Desa Biringala di Kecamatan Barombong menawarkan Kampung Kareba Biringala, Desa Tamalate di Kecamatan Manuju menawarkan wisata Air Terjun Cinta. Desa Bilalang di Kecamatan Manuju menawarkan wisata Air Terjun Bokobili.
Ada juga Desa Palantikang di Kecamatan Patalassang menyajikan wisata Kalaborang Rumah Hijau, Desa Pakatto di Kecamatan Bontomarannu menawarkan wisata Tangga Refleksi Toppa, Desa Tanete di Kecamatan Tompobulu menawarkan wisata Lembah Wisata Tanete Masere Indah.
"Ada juga Kelurahan Bontolerung di Kecamatan Tinggimoncong menawarkan wisata Langit Topidi, Desa Ulujangang di Kecamatan Bontolempangang menawarkan Wisata Batu Putih dan Desa Belapunranga di Kecamatan Parangloe menawarkan wisata Air Terjun Batu Manrusu," jelas Tenri.
Baca juga:Dua Desa di Gowa Diharap Tembus Tiga Besar Desa Wisata di Indonesia
Kemudian empat desa lainnya yakni Desa Jenetallasa di Kecamatan Palangga yang menawarkan wisata Kampung Rewako Jenetallasa, Desa Parigi di Kecamatan Tinggimoncong menawarkan wisata Air Terjun Singgasana Balang Malino, dan Desa Paraikatte di Kecamatan Bajeng yang menawarkan Desa Wisata Paraikatte Impian Lestari.
Mantan Kepala Bagian Umum Sekretaris Kabupaten Gowa ini mengungkapkan, seluruh desa wisata yang ada juga diharapkan mampu mendapatkan predikat sebagai Desa Wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Ia mencatat, saat ini dari 15 desa wisata yang ada, dua di antaranya sudah masuk sebagai 300 desa wisata secara nasional. Antara lain Desa Manuju di 2021 dan Desa Biringala di 2022. Capaian tersebut akan didorong agar bagaimana kedua desa wisata ini bisa masuk 50 besar, dan selanjutnya masuk 10 besar, dan terakhir di tingkatkan tiga besar.
"Kita sangat berharap desa wisata yang sudah sampai ketahap ini mampu terus maju dan berkembang. Sebab kriteria menjadi desa wisata ini memang dimulai dari tahap desa wisata rintisan, desa wisata berkembang, maju dan mandiri," terangnya.
Tak hanya itu, Disparbud Gowa optimis dengan melihat potensi-potensi wisata di 121 desa yang ada desa di Kabupaten Gowa mampu mendorong terciptanya pariwisata bertaraf internasional. Hanya memang ada beberapa catatan yang perlu dibenahi dan mendapat dukungan dari pengelolaan desa wisata.
Baca juga:Dorong Kemajuan Pariwisata, Menparekraf Sandiaga Uno Kunjungi Desa Wisata Budo
Misalnya, memenuhi standar kualifikasi hal basis seperti kebersihan, keamanan dan kenyamanan. Serta lingkungannya memiliki budaya keramah-tamahan (hospitality) yang tinggi, serta memiliki rasa melayani (sense of service) yang tinggi, dibarengi dengan sistem atau standar operasional prosedur (SOP) yang bermutu.
"Ini sementara kita dampingi juga. Termasuk membangun kolaborasi dengan instansi terkait seperti Dinas PUPR untuk menyiapkan aksesibilitas, DLH untuk melakukan pengawasan kebersihan lingkungan dan Dinas Perizinan untuk izin usahanya," tutup Tenriwati Tahrir.
(luq)
Lihat Juga :