Kontribusi UMKM Terhadap PDRB Jawa Timur pada 2030 Diprediksi Tembus 80 Persen
Senin, 01 Agustus 2022 - 10:23 WIB
loading...
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat penutupan gelaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (K-UKM) Expo ke-9 di Grand City.Foto/ist
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa secara resmi menutup gelaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (K-UKM) Expo ke-9 yang berlangsung selama lima hari sejak 27 Juli hingga Minggu (31/7/2022) malam, di Surabaya.
Kendati telah berakhir, orang nomor satu di Jatim itu meminta upaya pendampingan untuk percepatan transformasi digital, akses pasar dan akses permodalan bagi K-UKM diperluas.
“Ada MoU yang telah kita laksanakan dengan beberapa lembaga untuk memberikan akses pasar dan permodalan kemarin. Tentu kami berharap, pasca expo akan bisa menghasilkan transaksi perdagangan yang lebih banyak,” kata Khofifah.
Baca juga: Tenaga Kesehatan di Jatim Segera Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat
Ketua Umum PP Muslimat NU itu memaparkan peranan penting sektor UMKM pada PDRB Jatim. Di tahun 2021, kontribusi UMKM sebesar 57,81% terhadap PDRB Jatim. “Tahun 2030, kontribusi UMKM diprediksi akan mencapai 80% terhadap PDRB Jatim,” paparnya.
Selama pameran berlangsung, omzet per tanggal 31 Juli pukul 14.25 WIB telah mencapai Rp2,5 milliar dengan total pengunjung sebanyak 16.520 orang. Selain itu,untuk transaksi lembaga jasa keuangan perbankan mencapai Rp10,3 milliar. Melalui expo ini juga didapatkan sejumlah pre order atas barang dan jasa .
Terhadap hasil transaksi tersebut, Khofifah secara khusus mendorong adanya percepatan transformasi digital bagi K-UKM khususnya di Jatim. Ini penting, karena digitalisasi K-UKM adalah hal mendesak yang harus disegerakan. Sehingga akan memunculkan skill bagi para pelaku K-UKM.
Kendati telah berakhir, orang nomor satu di Jatim itu meminta upaya pendampingan untuk percepatan transformasi digital, akses pasar dan akses permodalan bagi K-UKM diperluas.
“Ada MoU yang telah kita laksanakan dengan beberapa lembaga untuk memberikan akses pasar dan permodalan kemarin. Tentu kami berharap, pasca expo akan bisa menghasilkan transaksi perdagangan yang lebih banyak,” kata Khofifah.
Baca juga: Tenaga Kesehatan di Jatim Segera Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat
Ketua Umum PP Muslimat NU itu memaparkan peranan penting sektor UMKM pada PDRB Jatim. Di tahun 2021, kontribusi UMKM sebesar 57,81% terhadap PDRB Jatim. “Tahun 2030, kontribusi UMKM diprediksi akan mencapai 80% terhadap PDRB Jatim,” paparnya.
Selama pameran berlangsung, omzet per tanggal 31 Juli pukul 14.25 WIB telah mencapai Rp2,5 milliar dengan total pengunjung sebanyak 16.520 orang. Selain itu,untuk transaksi lembaga jasa keuangan perbankan mencapai Rp10,3 milliar. Melalui expo ini juga didapatkan sejumlah pre order atas barang dan jasa .
Terhadap hasil transaksi tersebut, Khofifah secara khusus mendorong adanya percepatan transformasi digital bagi K-UKM khususnya di Jatim. Ini penting, karena digitalisasi K-UKM adalah hal mendesak yang harus disegerakan. Sehingga akan memunculkan skill bagi para pelaku K-UKM.
Lihat Juga :