Kalla Dorong Pengembangan UMKM dalam Gernas BBI Sulbar
Sabtu, 30 Juli 2022 - 19:21 WIB
loading...
Jajaran Kalla Group saat hadir di Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Foto: Istimewa
A
A
A
MAMUJU - Kalla Group turut berkontribusi dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Mamuju, Sulawesi Barat, pada 29 dan 30 Juli 2022. Program ini akan terus didukung untuk membantu pengembangan UMKM.
Branch Manager Kalla Toyota Mamuju, Ariyanto Arifin mengatakan, salah satu bentuk dukungan Kalla ialah memberikan fasilitator yang dapat membantu pelaku UMKM workshop Gernas BBI Sulbar. Hal ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan kapasitas peserta yang jumlahnya ratusan orang, baik secara online maupun offline.
Baca juga: Kalla Startup Hunt Seri ke-3 Bahas Peluang Bisnis Sektor Transportasi dan Logistik
"Selama ini Kalla memang memiliki berbagai program yang membantu pengembangan UMKM. Oleh karena itu, kami berharap mereka bisa memanfaatkan momen Gernas BBI ini dengan sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas produknya. Sehingga, kita bisa bekerja sama dengan mengajak pelaku UMKM di Sulawesi Barat untuk ikut berpartisipasi pada event-event yang digelar Kalla nantinya," ungkap Ariyanto.
Tak hanya itu, Kalla menindaklanjuti program dengan merencanakan workshop lanjutan yang bakal digelar Agustus 2022. Materi dan praktik yang akan mendorong para pelaku UMKM dalam memaksimalkan berbagai channel digital untuk mempromosikan produknya.
Sementara itu, Fasilitator UMKM Yayasan Hadji Kalla (YHK) , Rezky Andayani mengatakan, pengembangan UMKM mesti didukung dengan pengemasan produk yang kreatif. Namun, mereka juga mesti memperhatikan sisi lingkungan.
Baca juga: Yayasan Hadji Kalla Gandeng ARC Banda Aceh Latih UMKM dan Petani Nilam
" Yayasan Hadji Kalla konsisten mendukung pengembangan UMKM khususnya dalam mengampanyekan bagaimana mengemas produk yang kreatif dan ramah lingkungan. Hal ini sangat menjadi perhatian kami melihat limbah plastik yang semakin meningkat dan menjadi penyumbang terbesar jumlah sampah nasional," kata Rezky.
Selain itu, YHK juga mendorong pelaku UMKM untuk menciptakan eco-product yang berbahan dasar limbah alam. Sudah banyak contoh yang bisa ditemui, mulai dari gelas yang terbuat dari bambu dan batok kelapa hingga wadah pengganti kantong plastik yang terbuat dari daun lontar.
Branch Manager Kalla Toyota Mamuju, Ariyanto Arifin mengatakan, salah satu bentuk dukungan Kalla ialah memberikan fasilitator yang dapat membantu pelaku UMKM workshop Gernas BBI Sulbar. Hal ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan kapasitas peserta yang jumlahnya ratusan orang, baik secara online maupun offline.
Baca juga: Kalla Startup Hunt Seri ke-3 Bahas Peluang Bisnis Sektor Transportasi dan Logistik
"Selama ini Kalla memang memiliki berbagai program yang membantu pengembangan UMKM. Oleh karena itu, kami berharap mereka bisa memanfaatkan momen Gernas BBI ini dengan sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas produknya. Sehingga, kita bisa bekerja sama dengan mengajak pelaku UMKM di Sulawesi Barat untuk ikut berpartisipasi pada event-event yang digelar Kalla nantinya," ungkap Ariyanto.
Tak hanya itu, Kalla menindaklanjuti program dengan merencanakan workshop lanjutan yang bakal digelar Agustus 2022. Materi dan praktik yang akan mendorong para pelaku UMKM dalam memaksimalkan berbagai channel digital untuk mempromosikan produknya.
Sementara itu, Fasilitator UMKM Yayasan Hadji Kalla (YHK) , Rezky Andayani mengatakan, pengembangan UMKM mesti didukung dengan pengemasan produk yang kreatif. Namun, mereka juga mesti memperhatikan sisi lingkungan.
Baca juga: Yayasan Hadji Kalla Gandeng ARC Banda Aceh Latih UMKM dan Petani Nilam
" Yayasan Hadji Kalla konsisten mendukung pengembangan UMKM khususnya dalam mengampanyekan bagaimana mengemas produk yang kreatif dan ramah lingkungan. Hal ini sangat menjadi perhatian kami melihat limbah plastik yang semakin meningkat dan menjadi penyumbang terbesar jumlah sampah nasional," kata Rezky.
Selain itu, YHK juga mendorong pelaku UMKM untuk menciptakan eco-product yang berbahan dasar limbah alam. Sudah banyak contoh yang bisa ditemui, mulai dari gelas yang terbuat dari bambu dan batok kelapa hingga wadah pengganti kantong plastik yang terbuat dari daun lontar.
(luq)
Lihat Juga :