Korban Tewas Tabrakan Maut Truk BBM: Cium Tangan Terakhir Ruslan kepada Sang Ibu
Selasa, 19 Juli 2022 - 17:17 WIB
loading...
Riad (39), adik kandung Mohamad Ruslan yang tewas dalam tabrakan maut truk BBM saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (19/7/2022). Foto: MPI/Riana Rizkia
A
A
A
JAKARTA - Tak seperti hari-hari biasanya, Mohamad Ruslan (44) mencium tangan sang ibu kemudian berpamitan sebelum berangkat kerja. Pemandangan itu tidak biasanya Ruslan lakukan sebelum kerja.
Ternyata cium tangan dan pamitan Ruslan itu yang terakhir kali kepada sang ibu. Kurir dokter gigi itu menemui ajal setelah ditabrak truk BBM maut di Jalan Alternatif Cibubur, Jatisampurna, Bekasi, Senin (18/7/2022).
"Ibu heran Ruslan cium tangan, biasanya nggak. Itu yang jadi orang tua heran, oh ya mamah doain deh. Hati-hati di jalan," kata Riad (39), adik kandung Mohamad Ruslan sembari menirukan obrolan ibu dan kakaknya saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (19/7/2022).
Baca juga: Usai Tabrakan Maut, Sopir Truk BBM Minta Dibawa ke Polsek
Di rumah sakit, dengan mata berkaca-kaca Riad mengaku bingung memberitahukan kabar duka ini kepada sang ibu. Dia khawatir sang ibu tidak bisa menerima kenyataan. Terlebih, Ruslan merupakan anak kesayangan sang ibu.
"Ibu belum tahu sampai sekarang, makanya saya bingung ngabarinnya. Kalau bapak sudah meninggal, tinggal ibu saja. Takutnya serangan jantung kalau kita kasih tahu mendadak," kata Riad.
Ternyata cium tangan dan pamitan Ruslan itu yang terakhir kali kepada sang ibu. Kurir dokter gigi itu menemui ajal setelah ditabrak truk BBM maut di Jalan Alternatif Cibubur, Jatisampurna, Bekasi, Senin (18/7/2022).
"Ibu heran Ruslan cium tangan, biasanya nggak. Itu yang jadi orang tua heran, oh ya mamah doain deh. Hati-hati di jalan," kata Riad (39), adik kandung Mohamad Ruslan sembari menirukan obrolan ibu dan kakaknya saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (19/7/2022).
Baca juga: Usai Tabrakan Maut, Sopir Truk BBM Minta Dibawa ke Polsek
Di rumah sakit, dengan mata berkaca-kaca Riad mengaku bingung memberitahukan kabar duka ini kepada sang ibu. Dia khawatir sang ibu tidak bisa menerima kenyataan. Terlebih, Ruslan merupakan anak kesayangan sang ibu.
"Ibu belum tahu sampai sekarang, makanya saya bingung ngabarinnya. Kalau bapak sudah meninggal, tinggal ibu saja. Takutnya serangan jantung kalau kita kasih tahu mendadak," kata Riad.
Lihat Juga :