Tersangkut Kasus Guru Cabul, Kegiatan Belajar di Ponpes Depok Masih Berjalan
Senin, 11 Juli 2022 - 14:36 WIB
loading...
Kemenag Depok menyerahkan kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru ke Polda Metro Jaya. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
DEPOK - Operasional pondok pesantren di Beji, Depok dipastikan tetap berjalan kendati sedang diterpa persoalan kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru. Diketahui sejumlah santriwati menjadi korban pelecehan seksual disana.
”Nggak ada rencana seperti itu, kenapa? Ya kita kan belum tau proses hukum itu dan itu kan bukan pimpinanan dari ponpes itu kan, soalnya oknum guru,” ujar Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok Haji Asnawi, Senin (11/7/22).
Saat ini masih dilakukan pendalaman atas kasus tersebut. Termasuk mengenai status guru yang melakukan tindakan asusila tersebut dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. ”Informasinya itu bukan guru tetap disitu, guru tidak tetap apa guru ngabdi kan belum jelas,” ucapnya. Baca juga: Modus Ruqyah, Korban Cabul Marbot Masjid di Depok Bertambah 2 Bocah
Pihaknya mengaku sudah mendatangi ponpes dan bertemu dengan pimpinannya untuk melakukan klarifikasi. Kasusnya sendiri masih didalami oleh kepolisian. Mengenai kelengahan dalam pengawasan, bisa saja terjadi karena disana banyak anak-anak yang diasuh dan dididik.
Agar kasus ini jelas, pihaknya memberikan ruang bagi polisi untuk mengusut tuntas. Namun kata dia tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Asnawi menegaskan, kesalahan bukan pada pondok pesantrennya, melainkan oknum guru yang ada disana.
”Nggak ada rencana seperti itu, kenapa? Ya kita kan belum tau proses hukum itu dan itu kan bukan pimpinanan dari ponpes itu kan, soalnya oknum guru,” ujar Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok Haji Asnawi, Senin (11/7/22).
Saat ini masih dilakukan pendalaman atas kasus tersebut. Termasuk mengenai status guru yang melakukan tindakan asusila tersebut dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. ”Informasinya itu bukan guru tetap disitu, guru tidak tetap apa guru ngabdi kan belum jelas,” ucapnya. Baca juga: Modus Ruqyah, Korban Cabul Marbot Masjid di Depok Bertambah 2 Bocah
Pihaknya mengaku sudah mendatangi ponpes dan bertemu dengan pimpinannya untuk melakukan klarifikasi. Kasusnya sendiri masih didalami oleh kepolisian. Mengenai kelengahan dalam pengawasan, bisa saja terjadi karena disana banyak anak-anak yang diasuh dan dididik.
Agar kasus ini jelas, pihaknya memberikan ruang bagi polisi untuk mengusut tuntas. Namun kata dia tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Asnawi menegaskan, kesalahan bukan pada pondok pesantrennya, melainkan oknum guru yang ada disana.
Lihat Juga :