Si JABAT Program Penanganan Covid-19 ala Polda Metro Jaya
Kamis, 25 Juni 2020 - 20:00 WIB
loading...
Polda Metro Jaya meluncurkan program penanganan Covid-19 di Jakarta dengan sebutan si JABAT (Jakarta Bogor Depok Bekasi Tangerang Hebat).Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya meluncurkan program penanganan Covid-19 di Jakarta dengan sebutan si JABAT (Jakarta Bogor Depok Bekasi Tangerang Hebat). Khusus di wilayah Jakarta Pusat, program tersebut diberi nama si Pitung (Pencegahan Inovatif Tangguh dan Unggul).
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sujana menjelaskan, Si Pitung sebagai salah satu bentuk program unggulan menanggulangi Covid-19."Kita tiga pilar selalu berupaya melawan Covid-19 ini. Memang upaya kita sudah maksimal melalui imbauan dan pencegahan penanganan penyebaran Covid-19," kata Nana di kawasan Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2020).
Dia menuturkan, keberadaan virus corona sulit diketahui. Untuk itu, masyarakat diminta agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan. (Baca: Polda Metro Jaya dan Kemenhub Bongkar Sindikat Pemalsu Ribuan Sertifikat Pelaut)
"Ini yang terus kita lakuka pelawanan dan faktanya memang bahwa bukan kita kalah. Selama ini dari data yang ada per hari ini yang positif di wilayah hukum Polda Metro cukup besar mencapai 12.475 orang, kemudian yang sembuh mencapai 6.863 orang dan meninggal cukup besar yakni, 783 orang," tuturnya.
Dampak dari Covid-19, lanjut Nana, tak hanya menyerang bidang kesehatan saja, namun hampir seluruh aspek terkena. "Dampak dari ini banyak perusahan yang terhenti juga. Ekonomi mulai tersendat dan bisa dikatakan ekonomi darurat. Karena banyak masyarakat yang di-PHK. Ini sangat memprihatinkan karena kita sudah terpapar jangan sampai kita terkapar juga. Kita harus protokol kesehatan," ujarnya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sujana menjelaskan, Si Pitung sebagai salah satu bentuk program unggulan menanggulangi Covid-19."Kita tiga pilar selalu berupaya melawan Covid-19 ini. Memang upaya kita sudah maksimal melalui imbauan dan pencegahan penanganan penyebaran Covid-19," kata Nana di kawasan Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2020).
Dia menuturkan, keberadaan virus corona sulit diketahui. Untuk itu, masyarakat diminta agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan. (Baca: Polda Metro Jaya dan Kemenhub Bongkar Sindikat Pemalsu Ribuan Sertifikat Pelaut)
"Ini yang terus kita lakuka pelawanan dan faktanya memang bahwa bukan kita kalah. Selama ini dari data yang ada per hari ini yang positif di wilayah hukum Polda Metro cukup besar mencapai 12.475 orang, kemudian yang sembuh mencapai 6.863 orang dan meninggal cukup besar yakni, 783 orang," tuturnya.
Dampak dari Covid-19, lanjut Nana, tak hanya menyerang bidang kesehatan saja, namun hampir seluruh aspek terkena. "Dampak dari ini banyak perusahan yang terhenti juga. Ekonomi mulai tersendat dan bisa dikatakan ekonomi darurat. Karena banyak masyarakat yang di-PHK. Ini sangat memprihatinkan karena kita sudah terpapar jangan sampai kita terkapar juga. Kita harus protokol kesehatan," ujarnya.
Lihat Juga :