Pabrik Minyak Goreng Kemasan Ilegal Berlokasi Dekat Kantornya, Camat Pinang: Kita Kecolongan
Selasa, 28 Juni 2022 - 10:19 WIB
loading...
Camat Pinang Syarifudin Harja Winata akui kecolongan terkait pabrik minyak goreng curah ilegal yang berada di dekat kantornya. Foto: MNC Portal Indonesia/Nandha Aprilianti
A
A
A
TANGERANG - Camat Pinang Syarifudin Harja Winata mangaku kecolongan lantaran pabrik minyak goreng curah yang dikemas secara ilegal berlokasi dekat kantornya. Pabrik minyak goreng curah ilegal itu berada tak jauh dari kantor Syarifuddin di Jalan Rasuna Said, RT 04 RW 04, Pakojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
“Bisa dibilang begitulah (kecolongan), kita kecolongan untuk lakukan minyak curah jadi minyak kemasan,” ujarnya di Tangerang, Selasa (28/6/2022). Baca juga: Pemprov DKI Upayakan Ketersediaan Stok Minyak Goreng Curah
Hal ini menjadi perhatian lantaran letak kantor Kecamatan Pinang dengan lokasi bisnis minyak goreng curah ilegal ini hanya berjarak 50 meter.
“Ini jadi bahan evaluasi kita, bagi para pegawai di kecamatan untuk lakukan pengawasan di wilayah kita,” paparnya.
Usaha ilegal tersebut sudah berjalan selama satu bulan. Kecurigaan terhadap bisnis ini mulai terendus ketika warga sekitar curiga terhadap aktivitas mobil pengangkut minyak yang kerap kali menyambangi lokasi itu.
“Ini baru satu bulan beroperasi. Tapi alhamdulillah, atas kesigapan masyarakat yang melaporkan ke pihak yang berwajib terkait hal ini yang meresahkan masyarakat,” paparnya.
“Bisa dibilang begitulah (kecolongan), kita kecolongan untuk lakukan minyak curah jadi minyak kemasan,” ujarnya di Tangerang, Selasa (28/6/2022). Baca juga: Pemprov DKI Upayakan Ketersediaan Stok Minyak Goreng Curah
Hal ini menjadi perhatian lantaran letak kantor Kecamatan Pinang dengan lokasi bisnis minyak goreng curah ilegal ini hanya berjarak 50 meter.
“Ini jadi bahan evaluasi kita, bagi para pegawai di kecamatan untuk lakukan pengawasan di wilayah kita,” paparnya.
Usaha ilegal tersebut sudah berjalan selama satu bulan. Kecurigaan terhadap bisnis ini mulai terendus ketika warga sekitar curiga terhadap aktivitas mobil pengangkut minyak yang kerap kali menyambangi lokasi itu.
“Ini baru satu bulan beroperasi. Tapi alhamdulillah, atas kesigapan masyarakat yang melaporkan ke pihak yang berwajib terkait hal ini yang meresahkan masyarakat,” paparnya.
Lihat Juga :